Jumat, 27 November 2020 |
11:23 wib: Kapolda Banten Pimpin Sertijab Wakapolda Banten 08:04 wib: Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai 01:30 wib: Resmob Polres Serang Kota Tembak 2 Pelaku Curanmor Saat Ditangkap 12:43 wib: Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana 12:13 wib: Provinsi Banten Peringkat Atas Pencegahan Korupsi 12:05 wib: Kapolresta Tangerang Bagikan Lele ke PHL, Hasil Dari Panen Ikan Pemanfaatan Lahan 19:14 wib: Humas Polri Gelar Workshop Manajemen Media Pilkada untuk Menciptakan Kamtibmas Kondusif 18:57 wib: Pengendara Sepedah Motor Tewas Ditabrak Truk Box Jalan Serang Cilegon 18:51 wib: Belajar Tatap Muka Januari 2021, Walkot Serang Harus Perketat Protokol Kesehatan 18:30 wib: Silahturahmi dan Pembekalan Relawan Kemenangan Tatu – Pandji

Masih Abaikan Protokol Kesehatan Saat Bantuan UMKM, Gubernur Banten Menegur Pemkot Tangerang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 595 Pengunjung

BantenKu, Tangerang -Maraknya kerumunan warga saat mengajukan bantuan UMKM ditengah Pandemi Covid-19, sehingga mengabaikan protokol kesehatan yang terjadi  di Kota Tangerang , Banten.  Sehingga Gubernur Banten Wahidin Halim menegur Pemkot Tangerang, karena terjadi kerumunan saat pembagian bantuan sektor UMKM sebanyak Rp.2,5 Juta dari pemerintah pusat di gedung Cisadane pada senin, (19/10/2020).

Video maraknya kerumunan di gedung cisadane saat pembagian bantuan Umkm sendiri menyebar di media sosial, kerumunan itu datang ke gedung Cisadane untuk mendapatkan bantuan uang.

"Saya ingatkan kepada wali kota dan segenap gugus tugas agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Saya kira itu jadi catatan khusus karena aktivitas tersebut telah melanggar protokol kesehatan. Demikian tanggapan saya berkembangnya informasi peristiwa di Gedung Cisadane kota Tangerang," kata Wahidin dalam keterangan kepada wartawan di Serang, Banten.

Menurutnya Tangerang Raya saat ini masih berada di zona merah penyebaran virus Corona. Suasana tidak terkendali saat pembagian bantuan di gedung itu sangat disesalkan karena tanpa protokol kesehatan.

"Saya sebagai gubernur ketua satgas COVID-19 Banten menyesalkan terhadap pemberian bantuan presiden kepada masyarakat ke UMKM dengan sebesar Rp2,4 juta tanpa protokol kesehatan. Tanpa koordinasi dengan pemerintah provinsi," ujarnya.

Penanganan Corona menurutnya harus berkoordinasi dengan semua pihak. Baik itu bupati, wali kota, gubernur dan pemerintah pusat. Seharusnya semua pihak bisa sama-sama memutus rantai penyebaran virus.

"Kepada bupati, wali kota saya minta agar ditingkatkan upaya-upaya dalam rangka memutus mata rantai COVID-19," ujarnya.


[sh/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top