Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

PT Lestari Banten Energi dituding tidak Pro Masyarakat Lokal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 16303 Pengunjung
Foto : Suasana Pertemuan Pengusaha Lokal Desa Salira dan Pihak PT Lestari Banten Energi.[Baron Bantenku.com]

Bantenku.com, Serang - Sejumlah pengusaha lokal di desa Salira kecamatan Puloampel kabupaten Serang menuding keberadaan PT Lestari Banten Energi(LBE) pada pengerjaan Proyek pembangunan PLTU Salira tidak memprioritaskan kepentingan pengusaha lokal.

Saiyan salah satu tokoh masyarakat desa Salira menyayangkan sikap perusahaan yang  tidak lebih mengedepankan potensi masyarakat desa Salira, " keinginan kami untuk bermitra dengan pihak Manajemen PT Lestari Banten Energi(LBE) selalu mengalami kesulitan", ujar Syaian

" Sebelumnya kami pernah mengikuti proses mediasi yang dipimpin langsung oleh kepala desa Salira H. Sanudin, pada bulan Oktober lalu. dalam mediasi tersebut dihadiri oleh perwakilan pengusaha lokal desa Salira dan pihak manajemen perusahaan PT Lestari Banten Energi(LBE) namun tidak menghasilkan keputusan yang pro terhadap kepentingan masyarakat lokal". Ujar Syaian kepada Bantenku.com, Rabu, (30/11)

Menurut Syaian yang juga pemilik PT. GSBS perusahaan lokal kami yang membidangi terkait pengelolaan jasa keamanan pernah menawarkan kerjasama kepada pihak manajemen sempat ditolak lantaran dianggap belum memenuhi persyaratan, Namun saat ini ketika persyaratan sudah lengkap mereka berdalih semua keputusan ada di manajemen pusat kata Syaian.

Ia juga menduga PT. LBE telah melakukan monopoli dalam proses tender dengan memenangkan perusahaan jasa keamanan dari luar Banten, " Kami meminta agar pihak PT LBE harus lebih profesional dan transparan". tegas Syaian

" Harapan kami manajemen PT. LBE sadar akan pentingnya kemitraan lokal, sehingga keputusan yang sudah diambil sebelumnya untuk memakai jasa pengelolaan keamanan dari luar diganti dengan perusahaan lokal" pungkas Syaian

Untuk diketahui proyek PLTU Salira yang menelan total biaya investasi sekitar 1 Milyar USD ini nantinya akan mensuplai energi listrik ke Sistem Jawa – Bali sebesar ± 4.380 GWh per tahun, hingga berita ini dipublish kami belum mendapatkan keterangan resmi dari manajemen PT Lestari Banten Energi

[Baron/Mahesa/Red]



KOMENTAR DISQUS :

Top