Senin, 13 Juli 2020 |
16:37 wib: Personel Polres Serang Melakukan Pengamanan Pembagian BTS Kepada Masyarakat 07:44 wib: BST Tahap 3 Desa Waringin Kecamatan Mancak Mulai di Bagikan Di Kantor Desa 20:05 wib: Pendukung Masih Yakin Masduki Jadi Cabup 18:26 wib: Warga Korban Banjir Bandang dan Longsor datangi Sekretariat PWI, membuat PWI Lebak Prihatin 14:16 wib: Walikota Serang Syafrudin Hadiri Pelepasan Kepala Pengadilan Agama Serang 11:18 wib: Ditengah Pandemi Covid-19, Polda Banten Terus Bagikan Sembako Kepada Masyarakat 11:13 wib: Pemkab Serang Perbaiki 9.198 RTLH, Tersisa 4.451 RTLH 19:42 wib: Wali Kota Serang Hadiri Simulasi Wedding New Normal Yang Diadakan Oleh Aspedi Banten 19:05 wib: PT Nikomas Gemilang Mengadakan CSR Donasi Sembako dan Masker untuk Masyarakat Lansia di Ds Tambak & Ds Cijeruk 16:49 wib: Dinsos Dinilai Nodai Program Unggulan Bupati Lebak yaitu Lebak Sejahtera

PT Lestari Banten Energi dituding tidak Pro Masyarakat Lokal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 29071 Pengunjung
Foto : Suasana Pertemuan Pengusaha Lokal Desa Salira dan Pihak PT Lestari Banten Energi.[Baron Bantenku.com]

Bantenku.com, Serang - Sejumlah pengusaha lokal di desa Salira kecamatan Puloampel kabupaten Serang menuding keberadaan PT Lestari Banten Energi(LBE) pada pengerjaan Proyek pembangunan PLTU Salira tidak memprioritaskan kepentingan pengusaha lokal.

Saiyan salah satu tokoh masyarakat desa Salira menyayangkan sikap perusahaan yang  tidak lebih mengedepankan potensi masyarakat desa Salira, " keinginan kami untuk bermitra dengan pihak Manajemen PT Lestari Banten Energi(LBE) selalu mengalami kesulitan", ujar Syaian

" Sebelumnya kami pernah mengikuti proses mediasi yang dipimpin langsung oleh kepala desa Salira H. Sanudin, pada bulan Oktober lalu. dalam mediasi tersebut dihadiri oleh perwakilan pengusaha lokal desa Salira dan pihak manajemen perusahaan PT Lestari Banten Energi(LBE) namun tidak menghasilkan keputusan yang pro terhadap kepentingan masyarakat lokal". Ujar Syaian kepada Bantenku.com, Rabu, (30/11)

Menurut Syaian yang juga pemilik PT. GSBS perusahaan lokal kami yang membidangi terkait pengelolaan jasa keamanan pernah menawarkan kerjasama kepada pihak manajemen sempat ditolak lantaran dianggap belum memenuhi persyaratan, Namun saat ini ketika persyaratan sudah lengkap mereka berdalih semua keputusan ada di manajemen pusat kata Syaian.

Ia juga menduga PT. LBE telah melakukan monopoli dalam proses tender dengan memenangkan perusahaan jasa keamanan dari luar Banten, " Kami meminta agar pihak PT LBE harus lebih profesional dan transparan". tegas Syaian

" Harapan kami manajemen PT. LBE sadar akan pentingnya kemitraan lokal, sehingga keputusan yang sudah diambil sebelumnya untuk memakai jasa pengelolaan keamanan dari luar diganti dengan perusahaan lokal" pungkas Syaian

Untuk diketahui proyek PLTU Salira yang menelan total biaya investasi sekitar 1 Milyar USD ini nantinya akan mensuplai energi listrik ke Sistem Jawa – Bali sebesar ± 4.380 GWh per tahun, hingga berita ini dipublish kami belum mendapatkan keterangan resmi dari manajemen PT Lestari Banten Energi

[Baron/Mahesa/Red]



KOMENTAR DISQUS :

Top