Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

PT Lestari Banten Energi dituding tidak Pro Masyarakat Lokal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 39494 Pengunjung
Foto : Suasana Pertemuan Pengusaha Lokal Desa Salira dan Pihak PT Lestari Banten Energi.[Baron Bantenku.com]

Bantenku.com, Serang - Sejumlah pengusaha lokal di desa Salira kecamatan Puloampel kabupaten Serang menuding keberadaan PT Lestari Banten Energi(LBE) pada pengerjaan Proyek pembangunan PLTU Salira tidak memprioritaskan kepentingan pengusaha lokal.

Saiyan salah satu tokoh masyarakat desa Salira menyayangkan sikap perusahaan yang  tidak lebih mengedepankan potensi masyarakat desa Salira, " keinginan kami untuk bermitra dengan pihak Manajemen PT Lestari Banten Energi(LBE) selalu mengalami kesulitan", ujar Syaian

" Sebelumnya kami pernah mengikuti proses mediasi yang dipimpin langsung oleh kepala desa Salira H. Sanudin, pada bulan Oktober lalu. dalam mediasi tersebut dihadiri oleh perwakilan pengusaha lokal desa Salira dan pihak manajemen perusahaan PT Lestari Banten Energi(LBE) namun tidak menghasilkan keputusan yang pro terhadap kepentingan masyarakat lokal". Ujar Syaian kepada Bantenku.com, Rabu, (30/11)

Menurut Syaian yang juga pemilik PT. GSBS perusahaan lokal kami yang membidangi terkait pengelolaan jasa keamanan pernah menawarkan kerjasama kepada pihak manajemen sempat ditolak lantaran dianggap belum memenuhi persyaratan, Namun saat ini ketika persyaratan sudah lengkap mereka berdalih semua keputusan ada di manajemen pusat kata Syaian.

Ia juga menduga PT. LBE telah melakukan monopoli dalam proses tender dengan memenangkan perusahaan jasa keamanan dari luar Banten, " Kami meminta agar pihak PT LBE harus lebih profesional dan transparan". tegas Syaian

" Harapan kami manajemen PT. LBE sadar akan pentingnya kemitraan lokal, sehingga keputusan yang sudah diambil sebelumnya untuk memakai jasa pengelolaan keamanan dari luar diganti dengan perusahaan lokal" pungkas Syaian

Untuk diketahui proyek PLTU Salira yang menelan total biaya investasi sekitar 1 Milyar USD ini nantinya akan mensuplai energi listrik ke Sistem Jawa – Bali sebesar ± 4.380 GWh per tahun, hingga berita ini dipublish kami belum mendapatkan keterangan resmi dari manajemen PT Lestari Banten Energi

[Baron/Mahesa/Red]



KOMENTAR DISQUS :

Top