Senin, 18 November 2019 |
18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan 11:57 wib: Brantas Lebak Desak Aparat Tegas, Truk Jalan Lalulintas By Pas Mandala Tercemar tanah merah

Harga Jual Ikan Lele di Pasar Rau Dibawah Standar

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 14413 Pengunjung
Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten meninjau kolam ikan di BBI Kalideres Jakarta Barat, Rabu (6/5/2015).

Bantenku.com, JAKARTA – Kepala Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten di Curug Barang Kabupaten Pandeglang, Mukhtar Sukamto mengeluhkan harga jual ikan lele di Pasar Induk Rau Kota Serang. Lantaran ikan lele hasil budidaya masyarakat hanya dihargai Rp 8.000 perkilogram, jauh dibawah harga standar sebesar Rp 15.000 perkilogram.

Muktar menduga rendahnya harga jual ikan lele akibat ulah para oknum penjual ikan lele dari luar daerah Provinsi Banten. "Kualitas ikan lele cukup bagus, tapi karena ada oknum penjual ikan lele dari luar daerah Provinsi Banten mengikat para agen penjual ikan lele di Pasar Induk Rau membuat harga jual ikan lele hasil budidaya masyarakat Banten menjadi rendah," keluh Muktar dihadapan Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten saat mengikuti kunjungan kerja Komisi II ke Balai Budidaya Ikan (BBI) Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta di Kalideres Jakarta Barat, Rabu (6/5/2015).

Muktar meminta Komisi II dapat mencarikan jalan keluarnya sehingga nilai jual ikan lele tidak lagi dibawah standar. "Kalau tidak segera dicarikan jalan keluarnya, sampai kapan pun harga jual ikan lele masih dibawah harga standar. Maka kami sangat mengharapkan bantuan dari Komisi II DPRD Provinsi Banten untuk mencarikan jalan keluarnya," pintanya.

Mengenai kunjungan kerja Komisi II, Kepala BBI Kalideres Jakarta Barat, Suwiryo menjelaskan, benih ikan yang dibudidaya di BBI Kalideres antara lain benih ikan mas, nila, gurame, patin, dan lele. Sedangkan prioritas untuk budidaya benih ikan jenis konsumsi, yakni ikan nila dan lele dengan memiliki lahan seluas 15 hektare.

"Target PAD dari distribusi benih ikan pada tahun anggaran tahun 2015 sebesar 1.750.000 benih, berasal dari 60 kolam ikan pada BBI Kalideres. Kami juga menyalurkan bantuan subsidi benih ikan pada masyarakat/petani/yayasan di Wilayah Jakarta Barat, namun minat masyarakat untuk budidaya ikan masih rendah," kata Suwiryo saat memaparkan tupoksi BBI Kalideres. Staf BBI Kalideres, Sunardi menambahkan, kendala yang dihadapi BBI Kalideres yakni sumber air tercemar limbah pabrik, sehingga air harus ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke kolam BBI.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat berharap ada kerjasama antara BBI Kalideres dengan Provinsi Banten mengingat Banten memiliki potensi lahan dan sumber air yang bagus. "Dan untuk masalah di BBAT Curug Barang Kabupaten Pandeglang, saya siap membantu dengan cara menampung ikan lele di kolam milik saya untuk dipasarkan di Wilayah Tangerang dengan harga yang lebih tinggi," kata Asep.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Imanuddin Sudirman Karis juga berharap BBAT Curug Barang bisa mengambil ilmu dari BBI Kalideres agar pembudidayaan ikannya bisa maksimal sehingga ke depan bisa lebih baik dalam memberikan kontribusi kepada Pemerintah Provinsi Banten. "Juga dapat mengembangkan pereknomian masyarakat Banten," harapnya. (DHAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top