Jumat, 20 September 2019 |
15:46 wib: H Sanudin Melanjutkan 2 Periode Untuk Desa Salira 07:48 wib: PAD Rendah, Walikota Serang Sidak Dua Dinas 08:14 wib: Kembangkan Pariwisata, Genpi Kabupaten Serang Dikukuhkan 11:15 wib: Warga Bunut Kesal Suara Bising Mesin PT Sulfindo Adi Usaha 07:06 wib: Minta Izin Nikah Lagi, Suami Malah Babak Belur Dikeroyok Istri Pertama dan Kedua 09:45 wib: Relawan Rescue dan Ormas Brantas Banten Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Baduy 10:47 wib: Brantas Desak Kejari Lebak Untuk Melakukan Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Korupsi RTLH 08:33 wib: Dorong Tersangka Baru Kasus Genset RSUD, Aktifis Anti Korupsi Kepung Kejati Banten 10:29 wib: Dewan Akan Kroscek Pembangunan Puskesmas Cirinten Yang Menelan Anggaran 1,4 Milyar Lebih 19:49 wib: H Sanudin Bakal Calon Kepala Desa Salira Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga

Harga Jual Ikan Lele di Pasar Rau Dibawah Standar

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 13720 Pengunjung
Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten meninjau kolam ikan di BBI Kalideres Jakarta Barat, Rabu (6/5/2015).

Bantenku.com, JAKARTA – Kepala Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten di Curug Barang Kabupaten Pandeglang, Mukhtar Sukamto mengeluhkan harga jual ikan lele di Pasar Induk Rau Kota Serang. Lantaran ikan lele hasil budidaya masyarakat hanya dihargai Rp 8.000 perkilogram, jauh dibawah harga standar sebesar Rp 15.000 perkilogram.

Muktar menduga rendahnya harga jual ikan lele akibat ulah para oknum penjual ikan lele dari luar daerah Provinsi Banten. "Kualitas ikan lele cukup bagus, tapi karena ada oknum penjual ikan lele dari luar daerah Provinsi Banten mengikat para agen penjual ikan lele di Pasar Induk Rau membuat harga jual ikan lele hasil budidaya masyarakat Banten menjadi rendah," keluh Muktar dihadapan Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten saat mengikuti kunjungan kerja Komisi II ke Balai Budidaya Ikan (BBI) Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) Provinsi DKI Jakarta di Kalideres Jakarta Barat, Rabu (6/5/2015).

Muktar meminta Komisi II dapat mencarikan jalan keluarnya sehingga nilai jual ikan lele tidak lagi dibawah standar. "Kalau tidak segera dicarikan jalan keluarnya, sampai kapan pun harga jual ikan lele masih dibawah harga standar. Maka kami sangat mengharapkan bantuan dari Komisi II DPRD Provinsi Banten untuk mencarikan jalan keluarnya," pintanya.

Mengenai kunjungan kerja Komisi II, Kepala BBI Kalideres Jakarta Barat, Suwiryo menjelaskan, benih ikan yang dibudidaya di BBI Kalideres antara lain benih ikan mas, nila, gurame, patin, dan lele. Sedangkan prioritas untuk budidaya benih ikan jenis konsumsi, yakni ikan nila dan lele dengan memiliki lahan seluas 15 hektare.

"Target PAD dari distribusi benih ikan pada tahun anggaran tahun 2015 sebesar 1.750.000 benih, berasal dari 60 kolam ikan pada BBI Kalideres. Kami juga menyalurkan bantuan subsidi benih ikan pada masyarakat/petani/yayasan di Wilayah Jakarta Barat, namun minat masyarakat untuk budidaya ikan masih rendah," kata Suwiryo saat memaparkan tupoksi BBI Kalideres. Staf BBI Kalideres, Sunardi menambahkan, kendala yang dihadapi BBI Kalideres yakni sumber air tercemar limbah pabrik, sehingga air harus ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke kolam BBI.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat berharap ada kerjasama antara BBI Kalideres dengan Provinsi Banten mengingat Banten memiliki potensi lahan dan sumber air yang bagus. "Dan untuk masalah di BBAT Curug Barang Kabupaten Pandeglang, saya siap membantu dengan cara menampung ikan lele di kolam milik saya untuk dipasarkan di Wilayah Tangerang dengan harga yang lebih tinggi," kata Asep.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Imanuddin Sudirman Karis juga berharap BBAT Curug Barang bisa mengambil ilmu dari BBI Kalideres agar pembudidayaan ikannya bisa maksimal sehingga ke depan bisa lebih baik dalam memberikan kontribusi kepada Pemerintah Provinsi Banten. "Juga dapat mengembangkan pereknomian masyarakat Banten," harapnya. (DHAN)


KOMENTAR DISQUS :

Top