Sabtu, 19 September 2020 |
18:49 wib: Punya Semangat, Kemenkop Apresiasi Pelaku UMKM di Kabupaten Serang 18:42 wib: Pelaku UMKM di Kabupaten Serang Didorong Buat Kepastian Hukum Kekayaan 15:17 wib: Edarkan Sabu Karyawan Swasta Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Kota 13:23 wib: Pemkot Serang Akan Bersinergi Program Dengan Dompet Dhuafa 19:52 wib: Dampingi DPR Kunker ke Waduk Sindang Heula, Wabup Pandji: Mimpi Masyarakat Terwujud 19:13 wib: Penuh Haru, Pemkab Serang Kembali Luncurkan Program Kuliah Gratis 13:02 wib: Polda Banten Terima Hibah gedung sambung dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk 12:53 wib: Kades Klutuk Tangerang Dicopot Terbukti Korupsi Dana Desa 12:21 wib: Abai Terhadap Perwal NO 36 Soal PSBB, Warga dan Karang Taruna Gerudug Wisata Kuliner Perhutani 11:45 wib: Cegah Covid 19 Polres Cilegon Semprot Disinfektan di Kota Cilegon

Limbah B3 PT WPLI Serang Ribuan Warga

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 15127 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Ribuan warga yang tersebar di 23 RT dan 6 RW terserang penyakit kulit dan gatal-gatal disekujur tubuh hingga alat kelaminnya. Hal ini diduga disebabkan pabrik PT. Wahana Pemunah Limbah Industri (WPLI) yang membuang limbahnya tidak sesuai PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pembuangan Limbah Industri.

Pabrik PT. WPLI yang terletak di Kampung Parakan, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang sudah berdiri semenjak tahun 2008, dan warga mengalami penyakit kulit hingga bernanah sudah semenjak 2 tahun lalu.

"Asap yang keluar sangat hitam pekat, dan napas sesak jika asap keluar dari cerobong asap saat beroperasi, serta juga air yang tidak bisa diminum, lantaran mengeluarkan busa," kata Samsuri mantan karyawan PT. WLPI, kepada bantenku.com

Samsuri juga mengatakan, warga merasakan gatel-gatel semenjak 2 tahun terakhir, dan anak kecil pun tak luput kena dampak dari penyakit yang disebabkan oleh limbah B3 yang dibuang oleh pabrik tersebut.

"Masyarakat sering menegur kepada perusahaan ini. Namun perusahaan menyangka kami hanya meminta uang kepada pihak pabrik, padahal kami hanya ingin meminta pertanggung jawaban atas pembuangan pabrik tersebut yang sudah menyebabkan warga terkena penyakit seperti ini, kemaluannya juga terkena penyakit hingga bengkak," katanya.

Muhammad Sobri (29), warga lainnya mengatakan, dirinya dan masyarakat sudah lelah atas pihak pemerintah yang terkesan tutup mata, dikarenakan pabrik ini jika dilaporkan dan pihak terkait datang ke pabrik meminta uang kepada pihak pabrik.

"Para oknum pejabat pemerintah, oknum polisi dan oknum LSM sering mendatangi pabrik tersebut, hanya untuk meminta uang kepada pihak pabrik, bukan membantu masyarakat atas laporan yang diderita warga," katanya.

Sobri juga mengatakan, izin pabrik tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan pada saat hendak berdiri, dikarenakan izinnya adalah pabrik permen, tapi kenyataannya pabrik tersebut adalah pemusnahan limbah industri, dan tanaman warga juga tercemar.

"Kami sudah tidak bisa menanami sawah kami, lantaran sudah tercemar limbah tersebut dari awal pabrik berdiri, dan kami (warga-red) meminta kepada pemerintah untuk menutup pabrik tersebut " katanya(YAT)

KOMENTAR DISQUS :

Top