Minggu, 25 Oktober 2020 |
20:36 wib: Ormas Brantas PAC Mancak Serta Relawan Kramat Mancak Siap Dukung Tatu Pandji Pilkada Bupati Serang 2020 19:51 wib: Karang Taruna Desa Salira Gencar Bagikan Masker Gratis 17:18 wib: Tiga Ekor Kerbau Milik Warga Salira Di Gasak Maling 17:13 wib: Dibantu TNI-Polri, Pemkab Serang Tutup Tempat Hiburan Malam di JLS 22:19 wib: Akibat Kebakaran Pabrik Kimia di Cikande, Satu Karyawan Tewas 15:07 wib: Wali Kota Cilegon Pimpin Apel Siaga Bencana 11:29 wib: Kombes Rustam Mansyur, Jabat Dirpolairud Polda Banten 18:53 wib: Dinkes Banten Gandeng Ormas Cegah Covid-19 17:23 wib: Aksi Buruh Serang Akan Ke Jakarta Terhadang Aparat Kepolisian Di Perbatasan Serang Tangerang 11:59 wib: Ucapan Terima Kasih Warga, Ratu Tatu Dihadiahi Bontot Pontang

Sadis Anak Bunuh Orangtua Di Cilegon

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 37002 Pengunjung

BantenKu, CILEGON - Peristiwa kejadian pembunuhan terjadi di Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (19/5/2020).

Seorang anak bernama David (26) tega menggorok bapaknya bernama Budi (56). Diduga motif pembunuhan akibat pelaku depresi.

Derry Muchlis salah seorang saksi menceritakan peristiwa diduga terjadi pada malam hari. Sebelum terjadi pembunuhan korban dan pelaku sempat cekcok.Namun baru diketahui korban tewas sekitar pukul 07.00 WIB oleh rekan kerja korban.

“Anaknya depresi dari pulang dari Jawa bulan kemarin karena di bawa oleh bapaknya ke Cilegon untuk diobatin dari Surabaya. Kita gak nyangka bakal kejadian seperti ini,” ujar Derry ditemui di lokasi kejadian.

Dia mengaku terkejut ketika mendengar Derry dibunuh anaknya. Itu diketahui saat pagi hari ketika teman korban bernama Sepri hendak menjemput korban kerja.

Alangkah terkejutnya Sepri, ketika melihat korban bersimbah darah dengan leher tergorok.

“Waktu itu Sepri melihat pintu terbuka, pas dilihat ada darah. Dia langsung lari dan menginformasikan ke tetangga,” terangnya.

Saat ini kasus pembunuhan tersebut tengah ditangani Satreskrim Polres Cilegon. Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).



[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top