Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Kerjasama Produsen Sepatu, Bupati Serang Gelorakan ‘UMKM Bisa’

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 8764 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menargetkan pada 2022 sebagai tahun kebangkitan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sempat terdampak Covid-19. Bahkan untuk menggelorakan semangat kebangkitan pelaku usaha, Tatu menggelorakan tagline ‘UMKM Bisa’.

Hal tersebut ditegaskan Tatu di sela-sela meresmikan pelatihan pembuatan sepatu kesehatan, atas kerja sama PT Serang Berkah Mandiri (SBM) selaku BUMD Pemkab Serang dengan PT Chosen Mitra Abadi (produsen sepatu merk Bocoroco) dan Hipmikimdo Kabupaten Serang di kantor PT SBM, Kecamatan Cikande, Senin (29/11/2021).

“Selama dua tahun akibat dampak Covid-19, sebanyak 50 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Serang, sekira 80 persen terdampak secara ekonomi. Kita bersama harus kembali membangkitkan UMKM. Maka kami menggelorakan UMKM Bisa,” ujarnya.

Tagline UMKM Bisa mempunyai makna agar para pelaku usaha berbasis masyarakat ini bisa bangkit. Sementara kata ‘Bisa’ merupakan akronim dari ‘bela, beli, sejahtera’. “Kita harus membela UMKM, memberikan pembinaan dan bimbingan. Kemudian kita tidak hanya cinta, tapi harus membeli produk UMKM. Jika dua hal ini dilakukan, maka UMKM akan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Tatu, masalah UMKM ada pada permodalan, sumber daya manusia, produksi, dan pemasaran. “Dan semua masalah ini harus kita urai dan selesaikan. Tidak bisa sendiri oleh pemda, harus bersama dan berbagai pihak,” ujarnya.

Tatu mengapresiasi kerjasama PT SBM dengan PT Chosen Mitra Abadi (produsen sepatu merk Bocoroco) dan Hipmikimdo Kabupaten Serang. “Ini adalah solusi bagi UMKM.

Industri membuat kemitraan langsung dengan masyarakat. Jika ini dilakukan oleh banyak industri, insya Allah persoalan pengangguran selesai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Tatu meresmikan pelatihan bagi 40 tenaga kerja yang akan turut memproduksi bahan untuk sepatu merk Bocoroco. Merk ini teruji sebagai sepatu kesehatan dan nyaman dipakai. “Saya memakai sepatu merk ini, dan memang nyaman dipakai. Dan punya kualitas dan punya pasar ekspor,” ujar Tatu.

Plt Direktur Utama PT SBM, Isbandi mengatakan, pihaknya bersama PT Chosen Mitra Abadi akan melatih sekira 40 warga Kabupaten Serang untuk sama-sama memproduksi sepatu merk Bocoroco. Bahkan bersepakat menyesuaikan harga sesuai kemampuan masyarakat.

“Ini sepatu kesehatan, dan diterima pasar ekspor. Namun nanti kami menjual dengan harga khusus, dengan kualitas teruji. Harga tidak menghilangkan fungsi kesehatan dan kenyamanan sepatu yang diproduksi,” ujarnya.

PT SBM juga berkomitmen untuk melaksanakan komitmen Pemkab Serang untuk sama-sama membangkitkan dan memajukan UMKM Kabupaten Serang. “Semangat Ibu Bupati menjadi energi bagi kita semua, untuk menyejahterakan para pelaku UMKM,” ujarnya.

[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top