Selasa, 19 November 2019 |
11:29 wib: Program Pamsismas Diduga Bermasalah 13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten

Warga Bayah Kembali Setop Angkutan Material Pabrik Semen Merah Putih

Publisher: Admin Web Dibaca: 36901 Pengunjung

Bantenku.com, Bayah– Sejumlah warga di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali melakukan aksi protes terkait keberadaan kerusakan infratsruktur jalan yang disebabkan oleh aktivitas kendaraan perusahaan Semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang yang ada di wilayah mereka. Aksi ini dimulai sekitar pukul 14.00 Wib, Senin (29/9/2014) siang dan masih berlangsung hingga sore tadi.

Pantauan Bantenku.com di lapangan, sekitar 50 warga menjalankan aksinya di ruas jalan Bayah-Cibareno tepatnya di kampung Purwodadi, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten. Warga pun menghentikan paksa sekitar 100 kendaraan dum truk yang mengangkut material pabrik  semen yang melintas di lokasi aksi.

“Perusahaan semen telah semena-mena kepada kami. Menggunakan jalan umum dan merusaknya untuk kepentingan perusahaan, namun tidak pernah memperbaikinya. Sementara kami selalu dirugikan dengan jalan yang rusak dan berdebu,” teriak sejumlah warga yang ditemui di lokasi aksi.

Warga mengaku kecewa terhadap pemerintah setempat, yang terkesan membiarkan kondisi jalan yang rusak. Warga pun menuding, pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah karena adanya konspirasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih menahan paksa sejumlah kendaraan milik perusahaan semen merah putih. Sementara, beberapa perwakilan pendemo sedang melakukan pertemuan dengan perusahaan. (Rian)

KOMENTAR DISQUS :

Top