Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

TERKAIT DUGAAN PENCEMARAN LINGKUNGAN PT.DUCON GANGGU KENYAMANAN WARGA DESA NAMBO ILIR

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 10087 Pengunjung
Foto : salah satu asap cerobong PT.ducon, dan pintu gerbang masuk dan armada angkutan hasil produksi PT.Ducon

Bantenku.com, SERANG - Warga Desa Nambo Ilir kecamatan Kibin Kabupeten Serang resah dan mengeluhkan keberadaan PT.Ducon yang berada diwilayahnya, warga menuding Perusahaan yang memproduksi Batu apung (red) tersebut telah menimbulkan pencemaran lingkungan berupa asap,debu,suara bising dan bau yang menyengat, selain itu pula warga mengaku pihak perusahan belum pernah meminta ijin lingkungan terhadap warga, “warga disini merasa terganggu akan keberadaan pengoperasian PT.Ducon itu” ungkap hasan salah satu warga desa Nambo ilir.

Masih menurut warga sejauh ini warga meminta kepada PT.Ducon agar dalam usahanya tidak mencemari lingkungan dan tidak mengganggu kenyamanan warga, dalam hal ini yang mana pihak perusahaan agar lebih memperhatikan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sehingga warga tidak menjadi korban “ kalau mau ngambil untung jangan warga di jadikan korban “tutur warga setempat

Menurut Jaya Herman Penjabat Pemerintahan Desa Nambo Ilir Kecamatan Kibin Kabupaten Serang mengakui bahwa banyak warga yang datang dan mengeluhkan kepada pihak pemerintahan Desa Nambo Ilir akan dampak yang di timbulkan oleh PT.Ducon tersebut,terkait itu pihak Pemerintahan Desa sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak perusahaan akan pencemaran lingkungan dan ketidak nyamanan yang ditimbulkan oleh PT.Dukon,

Ketika dikonfirmasi pihak PT.Docun tidak bersedia ditemui dan terkesan menghindar dari awak media.(SYAM)

KOMENTAR DISQUS :

Top