Kamis, 23 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Pameran Batu Mulia Nusantara di Bumi Kalimaya Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 8162 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten menggelar pameran batu mutiara dan akik yang digelar di Pendopo Lama Gubernur Banten, Jalan Brigjen KH. Syam'un, Kota Serang. Jumat (17/04). Pemeran ini menghadirkan batu akik dan batu mutiara dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Pameran dibuka langsung oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno. Kegiatan yang digelar pada 17-18 April 2015 ini bekerja sama dengan Asosiasi Kalimaya Rangkasbitung Banten (Akrab), dan bertajuk “Pameran Batu Mutiara Nusantara di Bumi Kalimaya Banten,” .

Plt Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Popularitas batu kalimaya kini sudah sampai mancanegara, hal tersebut dibuktikan dengan datangnya berbagai turis dari beberapa negara yang sengaja datang ke daerah sentra produksi batu kalimaya. “Ada yang datang dari australia, jepang, kuwait dan beberapa negara lainnya, bahkan di jepang dan kuwait batu kalimaya telah dijadikan sebuah adat tahunana dan resepsi pernikahan,” Kata Rano dalam sambutannya.

Menurutnya, Pemprov Banten sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Dinas UMKM dan Akrab, karena secara khusus akan mengangkat citra dan pesona dari batu kalimaya ini.

“Terlepas dari itu, kita perlu melakukan edukasi kepada para penambang batu kalimaya agar tetap menjaga keseimbangan alam yaitu dengan tidak melakukan ekplorasi secara sembarangan dan berlebihan sehingga dapat merusak lingkungan. Pemerintah perlu mengatur dan menata manajemen ekplorasi agar keseimbangan alam tetap terpelihara dengan baik,” Pesannya.

Menurutnya, di Provinsi Banten sendiri punya batu yang sangat indah tiada banding, yaitu batu kalimaya. Batu ini dikenal dengan batu opal adalah jenis batu permata atau mulia yang terbentuk dai mineral silika. Batu kalimaya amat terkenal namanya karena dari segi keindahan dan struktur warna yang mengandung decak kagum orang yang melihatnya. “Makanya ga heran batu yang satu ini menjadi salah satu batu mulia terbaik di dunia hingga mendapat julukan ratunya batu permata (The Queen of Gems).

“Batu opal permata ini dapat disaksikan kemilau indahnya batu permata lain seperti Rubi, Zamrud, Topas, Kecubung hingga Sapphire melalui warna-waraninya opal. Konon Harga cincin tersebut bila dibandingkan adalah setara dengan harga 2.000 ekor kuda yang bagus pada saat itu,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas UMKM Banten Nurahana mengatakan, Pameran batu ini melibatkan 80 perajin batu dan mengisi sekitar 40 stan yang datang dari berbagai daearah seperti Aceh dan Garut. “Pameran ini dibuka untuk umum secara gratis, ada tempat ekslusif untuk batu-batu yang harganya diatas 100 juta,” kata Nurhana.

Ia mengatakan, pameran batu permata tersebut bertujuan untuk mengenalkan, mengangkat, dan mempopulerkan, serta memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Provinsi Banten memiliki potensi batu mutiara yang kaya dan bernilai ekonomis tinggi. Pendopo lama gubernur dipilih menjadi tempat pameran agar lebih mudah dijangkau masyarakat luas.

“Jadi nanti bukan sekadar pameran. Melainkan ada workshop juga, bagaimana sejarah kalimaya. Kami undang para ahli baik dari lokal maupun nasional,” katanya.(dhan)

KOMENTAR DISQUS :

Top