Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Duh, Patok JORR II Serpong-Cinere di Tangsel Hilang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 26040 Pengunjung

Bantenku.com, TANGERANG - Pemerintah kini kembali dihadapkan pada persoalan tahapan proses pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol lingkar luar (JORR) II Serpong-Cinere yang hingga kini masih belum tuntas. 

Kondisi ini, diprediksi bakal menyebabkan pekerjaan pemerintah kedepannya jadi makin bertambah.

Petugas pejabat pembuat komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum, Soni mengungkapkan, bahwa salah satu persoalan yang kini sedang dihadapi adalah, hilangnya tanda atau patok obyek lahan gusuran

Patok yang terbuat dari bahan besi sepanjang satu meter hilang diketahui setelah tim satuan kerja melakukan observasi. 

"Yang sudah dipasang di dua kecamatan dan sembilan kelurahan hilang patoknya hilang," ungkap Soni kepada Bantenku.com, Minggu (18/04/2015)

Ia memprediksi, dari ratusan patok yang ada diperkirakan hilang sebanyak 40 persen. Kebanyakan patok yang hilang karena sudah dicopoti warga. Bahkan ada yang sengaja dilepas karena lahan digunakan untuk lapangan sepak bola.

"Karena tertunda cukup lama banyak dicabut warga, jadi saat ini kami bertugas untuk mengecek dan memasang patok lagi," terang Soni.

Hingga kini belum ada perkembangan konkret dari proyek tol Cinere-Serpong tak kunjung rampung.

Saat ini, ruas tol yang memakan investasi hingga Rp 2 triliun lebih ini masih berkutat pada tahap negoisasi dan sosialiasasi pembebasan lahan. 

Tol ini terdiri dari 2 seksi, yakni seksi 1 Serpong-Pamulang sepanjang 6,67 kilometer dan Pamulang-Cinere sepanjang 3,47 kilometer. Total panjang tol ini mencapai 10,14 kilometer

Proyek ini memakan investasi sebesar Rp 2,22 triliun termasuk biaya pembebasan lahan sebesar Rp 712 miliar. Badan Usahan Jalan Tol untuk ruas ini ialah PT Serpong Cinere Jaya.

Selama masa sosialisasi, begitu banyak reaksi dari warga yang menolak rencana pembangunan ini. Penolakan berasal dari beberapa warga komplek perumahan yang akan digusur proyek Cinere-Serpong.(sree)



KOMENTAR DISQUS :

Top