Rabu, 30 September 2020 |
21:12 wib: Tahun 2021, Bagian Kesbangpol Kabupaten Serang menjadi Badan 21:06 wib: Warga Cikande Permai Minta AG Pelaku Pencabulan Segera Ditangkap 06:32 wib: Rakor, Pjs Bupati Serang Fokus Penanganan Covid-19 21:56 wib: Pendekar Banten Mendukung Erick Thohir Tetap Sebagai Menteri BUMN 14:09 wib: Sopir Truk Bawa Kabur 2.256 Pasang Sepatu Eksport Amerika 14:03 wib: Polres Serang Kota Luncurkan Hotline Pengaduan Pelanggaran Potkes Covid-19 09:31 wib: Kabid Humas Pimpin Operasi Yustisi Malam Minggu, Temukan 9 Pelanggar 08:12 wib: Diduga Terbentur Ekonomi, Seorang Janda di Kabupaten Pandeglang Nekat Lakukan Ini 08:10 wib: Pandemi Covid-19 Warga Binaan Rutan Serang Belajar Kuliah Online 06:57 wib: Cegah Covid 19 Camat Serang dan Tim Gabungan Patroli Tempat Kerumunan

Duh, Patok JORR II Serpong-Cinere di Tangsel Hilang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 28868 Pengunjung

Bantenku.com, TANGERANG - Pemerintah kini kembali dihadapkan pada persoalan tahapan proses pembebasan lahan proyek pembangunan jalan tol lingkar luar (JORR) II Serpong-Cinere yang hingga kini masih belum tuntas. 

Kondisi ini, diprediksi bakal menyebabkan pekerjaan pemerintah kedepannya jadi makin bertambah.

Petugas pejabat pembuat komitmen dari Kementerian Pekerjaan Umum, Soni mengungkapkan, bahwa salah satu persoalan yang kini sedang dihadapi adalah, hilangnya tanda atau patok obyek lahan gusuran

Patok yang terbuat dari bahan besi sepanjang satu meter hilang diketahui setelah tim satuan kerja melakukan observasi. 

"Yang sudah dipasang di dua kecamatan dan sembilan kelurahan hilang patoknya hilang," ungkap Soni kepada Bantenku.com, Minggu (18/04/2015)

Ia memprediksi, dari ratusan patok yang ada diperkirakan hilang sebanyak 40 persen. Kebanyakan patok yang hilang karena sudah dicopoti warga. Bahkan ada yang sengaja dilepas karena lahan digunakan untuk lapangan sepak bola.

"Karena tertunda cukup lama banyak dicabut warga, jadi saat ini kami bertugas untuk mengecek dan memasang patok lagi," terang Soni.

Hingga kini belum ada perkembangan konkret dari proyek tol Cinere-Serpong tak kunjung rampung.

Saat ini, ruas tol yang memakan investasi hingga Rp 2 triliun lebih ini masih berkutat pada tahap negoisasi dan sosialiasasi pembebasan lahan. 

Tol ini terdiri dari 2 seksi, yakni seksi 1 Serpong-Pamulang sepanjang 6,67 kilometer dan Pamulang-Cinere sepanjang 3,47 kilometer. Total panjang tol ini mencapai 10,14 kilometer

Proyek ini memakan investasi sebesar Rp 2,22 triliun termasuk biaya pembebasan lahan sebesar Rp 712 miliar. Badan Usahan Jalan Tol untuk ruas ini ialah PT Serpong Cinere Jaya.

Selama masa sosialisasi, begitu banyak reaksi dari warga yang menolak rencana pembangunan ini. Penolakan berasal dari beberapa warga komplek perumahan yang akan digusur proyek Cinere-Serpong.(sree)



KOMENTAR DISQUS :

Top