Senin, 17 Mei 2021 |
19:03 wib: Sidak, BKPSDM Kabupaten Serang Tak Temukan ASN Bolos Kerja 18:49 wib: Gubernur WH : Kebijakan Penutupan Destinasi Wisata Untuk Kepentingan Lebih Luas 16:47 wib: Ini Arahan Presiden RI Untuk Kepala Daerah se-Indonesia 14:14 wib: Cerdaskan Anak Bangsa, FKDT Siap Sinergi dengan Pemkab Serang 04:46 wib: 10 Kali Berturut-turut, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK 20:29 wib: Tinjau Pelabuhan Merak, Doni Monardo Apresiasi Kasus Covid-19 Banten Turun 15:10 wib: Meningkat, Perolehan Gebyar Zakat Pemkab Serang Capai Rp 2,6 M 05:05 wib: Polres Cilegon Sebar Anggota Di Setiap Titik Pos Penyekatan Arus Mudik 01:48 wib: Gubernur Banten Dukung Penuh Manajemen Baru Bank Banten Untuk Melakukan Transformasi dan Pencapaian Kinerja Terbaik 13:42 wib: Cek Kesiapan, Polres Kota Serang dan Forkompinda Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Maung 2021

Warga Bayah Kembali Setop Angkutan Material Pabrik Semen Merah Putih

Publisher: Admin Web Dibaca: 41304 Pengunjung

Bantenku.com, Bayah– Sejumlah warga di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali melakukan aksi protes terkait keberadaan kerusakan infratsruktur jalan yang disebabkan oleh aktivitas kendaraan perusahaan Semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang yang ada di wilayah mereka. Aksi ini dimulai sekitar pukul 14.00 Wib, Senin (29/9/2014) siang dan masih berlangsung hingga sore tadi.

Pantauan Bantenku.com di lapangan, sekitar 50 warga menjalankan aksinya di ruas jalan Bayah-Cibareno tepatnya di kampung Purwodadi, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten. Warga pun menghentikan paksa sekitar 100 kendaraan dum truk yang mengangkut material pabrik  semen yang melintas di lokasi aksi.

“Perusahaan semen telah semena-mena kepada kami. Menggunakan jalan umum dan merusaknya untuk kepentingan perusahaan, namun tidak pernah memperbaikinya. Sementara kami selalu dirugikan dengan jalan yang rusak dan berdebu,” teriak sejumlah warga yang ditemui di lokasi aksi.

Warga mengaku kecewa terhadap pemerintah setempat, yang terkesan membiarkan kondisi jalan yang rusak. Warga pun menuding, pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah karena adanya konspirasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih menahan paksa sejumlah kendaraan milik perusahaan semen merah putih. Sementara, beberapa perwakilan pendemo sedang melakukan pertemuan dengan perusahaan. (Rian)

KOMENTAR DISQUS :

Top