Minggu, 25 Juli 2021 |
11:56 wib: Fakus Tangani Covid 19, DPRD Banten Batalkan Pengadaan Kendaraan Dinas 19:35 wib: Pemkab Serang Pinjamkan Rumdis Sekda ke RS Kencana untuk Rawat Pasien Covid-19 17:34 wib: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Vaksinasi di Kampus Untirta 17:20 wib: TNI AL Banten Mendukung Serbuan Vaksinasi di Kabupaten Serang di Hadiri Panglima TNI Dan Kapolri 17:11 wib: Gubernur Banten Bersama Panglima TNI Dan Kapolri Lepas Bantuan PPKM Darurat Serta Akselerasi Vaksinasi 20:23 wib: Mulai Malam Ini, PJU di Wilayah Kabupaten Serang Dipadamkan 18:42 wib: Pandji: TMMD Kembalikan Budaya Gotong Royong yang Nyaris Punah 20:02 wib: Sidak Pabrik Kain di Kopo, Satgas Terima Laporan 5 Karyawan Reaktif Hasil Swab Antigen 08:42 wib: Berikan Kenyamanan Masyarakat Berlalu Lintas, WH – Andika Mulai Bangun Jembatan Bogeg Kota Serang 08:07 wib: Tahun 2021, Manajamen Kepegawaian di Era WH – Andika Mendapat Apresiasi Pusat

Warga Bayah Kembali Setop Angkutan Material Pabrik Semen Merah Putih

Publisher: Admin Web Dibaca: 41878 Pengunjung

Bantenku.com, Bayah– Sejumlah warga di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali melakukan aksi protes terkait keberadaan kerusakan infratsruktur jalan yang disebabkan oleh aktivitas kendaraan perusahaan Semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang yang ada di wilayah mereka. Aksi ini dimulai sekitar pukul 14.00 Wib, Senin (29/9/2014) siang dan masih berlangsung hingga sore tadi.

Pantauan Bantenku.com di lapangan, sekitar 50 warga menjalankan aksinya di ruas jalan Bayah-Cibareno tepatnya di kampung Purwodadi, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten. Warga pun menghentikan paksa sekitar 100 kendaraan dum truk yang mengangkut material pabrik  semen yang melintas di lokasi aksi.

“Perusahaan semen telah semena-mena kepada kami. Menggunakan jalan umum dan merusaknya untuk kepentingan perusahaan, namun tidak pernah memperbaikinya. Sementara kami selalu dirugikan dengan jalan yang rusak dan berdebu,” teriak sejumlah warga yang ditemui di lokasi aksi.

Warga mengaku kecewa terhadap pemerintah setempat, yang terkesan membiarkan kondisi jalan yang rusak. Warga pun menuding, pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah karena adanya konspirasi antara pihak perusahaan dengan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih menahan paksa sejumlah kendaraan milik perusahaan semen merah putih. Sementara, beberapa perwakilan pendemo sedang melakukan pertemuan dengan perusahaan. (Rian)

KOMENTAR DISQUS :

Top