Senin, 21 Juni 2021 |
09:54 wib: Rakor Covid-19 Dengan Kemenko Perekonomian, Wagub Andika Laporkan Banten Kembali Zona Oranye 17:25 wib: Perluas Sales Channel, ASDP Resmi Gandeng AgenBRILink 10:37 wib: Wabup Pandji Harap Angka Anak Stunting di Kabupaten Serang Zero 10:22 wib: Sentra Sedap Malam di Kabupaten Serang Jadi Agrowisata 06:12 wib: DKP Banten Kembangkan Perikanan Tangkap dan Budidaya Hasil Laut 17:09 wib: Gubernur Banten Kembali Memperpanjang PPKM Mikro dari tanggal 15 s.d 28 Juni 2021 07:44 wib: Amanah Keppres, BI Banten Dorong Pemkab Serang Bentuk Tim P2DD 13:01 wib: Gubernur Banten Laporkan detik.com ke Dewan Pers 10:49 wib: Diskominfosatik Kabupaten Serang Gencar Sosialisasikan Literasi Digital 06:48 wib: Menuju Merdeka Blank Spot, Pulau Tunda Akan Dibangun Tower BTS

Meresahkan Warga Petir Pasang Spanduk Tolak Truk Proyek Galian

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 539 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Proyek galian di Desa Cimaung Kecamatan Cikeusal yang dibawa oleh kendaraan truk besar muatan tanah galian dihadang dengan membentang spanduk oleh warga Desa Mekar baru Kecamatan Petir, hal itu terjadi karena keberadaan galian tersebut meresahkan masyarakat sekitar, Selasa (20/4/2021).

Koordinator Aksi Elva Farid mengatakan aksi yang dilakukan hari ini pertama menyikapi banyaknya tanah yang berserakan di jalanan. Sehingga saat panas jalanan jadi berdebu dan saat hujan menjadi licin. "Banyak pengendara yang jatuh karena licin," ujarnya.

Kedua kata dia, sopir pengangkut tanah tersebut pun kerap ugal ugalan. Padahal kendaraan yang digunakan berukuran besar sehingga mengganggu pengguna jalan dan warga yang melintas.  "Intinya masyarakat terganggu dengan polusi debu dan jalan kotor ke kendaraan setempat serta licin, tadi pagi juga ada yang jatuh. Sopir ngebut mulu di tambah melintasi jalur yg bukan untuk truk indek 24," katanya.

Ia mengatakan galian tersebut sudah beroperasi sekitar satu bulan. Saat aksi tadi warga memberhentikan sejumlah kendaraan truk  sebelum bisa bertemu dengan pihak perusahaan. Namun perusahaan meminta diadakan pertemuan dengan masyarakat. "Silakan pertemuan asal tidak beroperasi lagi. Karena malam juga dia operasi dan sangat mengganggu karena bising apalagi mobil besar," tuturnya.

Elva mengatakan lokasi proyek galian tersebut ada di Desa Cimaung Kecamatan Cikeusal, sedangkan masyarakat yang aksi berasal dari Desa Mekarsari sebagai daerah yang dilintasi proyek tersebut. "Kalau kita jauh cuma posisinya warga yang dilintasi sangat terganggu," tuturnya.

Ia berharap pemerintah terkait bisa menutup proyek galian yang meresahkan tersebut. Sebab jalan yang kerap dilintasi adalah jalan utama. "Jalan utama apalagi jalur dari Petir ke Cikeusal jalan kecil sebetulnya gak boleh untuk armada indek 24 paling indek 7 ini yang operasi mobil besar sementara kapasitas jalan tidak memungkinkan untuk mobil besar," ucapnya.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top