Selasa, 18 Mei 2021 |
19:03 wib: Sidak, BKPSDM Kabupaten Serang Tak Temukan ASN Bolos Kerja 18:49 wib: Gubernur WH : Kebijakan Penutupan Destinasi Wisata Untuk Kepentingan Lebih Luas 16:47 wib: Ini Arahan Presiden RI Untuk Kepala Daerah se-Indonesia 14:14 wib: Cerdaskan Anak Bangsa, FKDT Siap Sinergi dengan Pemkab Serang 04:46 wib: 10 Kali Berturut-turut, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK 20:29 wib: Tinjau Pelabuhan Merak, Doni Monardo Apresiasi Kasus Covid-19 Banten Turun 15:10 wib: Meningkat, Perolehan Gebyar Zakat Pemkab Serang Capai Rp 2,6 M 05:05 wib: Polres Cilegon Sebar Anggota Di Setiap Titik Pos Penyekatan Arus Mudik 01:48 wib: Gubernur Banten Dukung Penuh Manajemen Baru Bank Banten Untuk Melakukan Transformasi dan Pencapaian Kinerja Terbaik 13:42 wib: Cek Kesiapan, Polres Kota Serang dan Forkompinda Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Maung 2021

Makan Bakso Malingping, Andika Ajak Masyarakat Cintai Produk Lokal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 10549 Pengunjung

Bantenku.com, MALINGPING - Produk penganan asli Banten cukup beragam. Salah satunya, bakso khas malinping. Pada perjalanannya menyambangi pasar tradisional Malingping beberapa waktu lalu selain mengajak kepala daerah menata pasar tradisional yang nyaman, Andika Hazrumy  juga mengajak agar masyarakat mencintai produk lokal salah satunya, penganan bakso Malingping.

"Bakso Malingping harus jadi salah satu brand penganan Banten. Karena kualitas rasanya tak kalah dengan bakso daerah lain seperti bakso Malang," ujar kontestan Pilgub Banten 2017 Andika Hazrumy, belum lama ini.

Ke depan, terang Andika, pemerintah harus fokus  membina produk olahan rumahan menjadi produk ready to sell. Ia juga menilai, sejauh ini belum ada langkah progresif untuk mengangkat produk asli Banten yang jumlahnya cukup beragam. "Baik produk penganan olahan. Maupun seni kerajinan. Untuk penganan olahan, kita bisa mulai dari bakso Malingping," tandas Andika, kemarin.

Ia mengatakan, mengangkat produk lokal yang siap bersaing di pasar salah satu upaya mengangkat tingkat ekonomi masyarakat. "Ke depan ini menjadi konsen kami," tutupnya. 

Sementara salah satu pengolah dan pedagang bakso Malingping Hj Enjoh mengatakan, belakangan pesanan produk penganan olahan bakso Malingping sedang lesu. Situasi ini, kata Enjoh, mengancam pemenuhan kebutuhan sehari-hari untuk ibu yang memiliki sembilan anak ini.

"Saya menghidupi sembilan anak sendiri. Bapaknya sudah tidak ada. Meninggal. Makanya kalau lagi sepi begini, saya suka sedih," kata Enjoh.

Enjoh menceritakan, sejauh ini untuk mengolah bakso, dirinya membuat perjanjian dengan nelayan agar diperbolehkan menghutang ikan untuk bahan baku olahan bakso Malingping. "Bayarnya nanti setelah bakso terjual. Tapi kalau tidak laku begini, ya dibayarnya lusa. Biasanya kalau saya pake bahan baku ikan Belida atau ikan Tuna," tutur Enjoh.

Senada dikatakan Isneni. Adik kandung Enjoh yang berjualan ikan ini menuturkan, untuk memproduksi 15-25 kg bakso Malimping, kakaknya mestinya mengeluarkan biaya sebeaar Rp3-5 juta. "Untungnya ikan mah kita bisa ngambil dulu ke nelayan langganan. Kalau bakso dan ikan yang saya jual laku baru dibayar. Kita sih pengennya ga pake sistem itu terus. Misalnya ada bantuan modal," harapnya.

Di bagian ini, Andika Hazrumy menegaskan kan mendorong daya tahan UMKM yang ada provinsi Banten. Baik menyiapkan bantuan untuk pelaku usaha kecil dan rumahan, juga akan mendorong perbankan untuk mengeluarkan pinjaman lunak kepada para pelaku usaha di Banten. 

"Selain program KUR, kami juga akan mendorong perbankan untuk mengeluarkan kebijakan anggaran yang prospektif  bagi pelaku usaha di Banten," tutupnya.

(Tm/Red)





TIM MEDIA

KOMENTAR DISQUS :

Top