Senin, 17 Mei 2021 |
19:03 wib: Sidak, BKPSDM Kabupaten Serang Tak Temukan ASN Bolos Kerja 18:49 wib: Gubernur WH : Kebijakan Penutupan Destinasi Wisata Untuk Kepentingan Lebih Luas 16:47 wib: Ini Arahan Presiden RI Untuk Kepala Daerah se-Indonesia 14:14 wib: Cerdaskan Anak Bangsa, FKDT Siap Sinergi dengan Pemkab Serang 04:46 wib: 10 Kali Berturut-turut, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK 20:29 wib: Tinjau Pelabuhan Merak, Doni Monardo Apresiasi Kasus Covid-19 Banten Turun 15:10 wib: Meningkat, Perolehan Gebyar Zakat Pemkab Serang Capai Rp 2,6 M 05:05 wib: Polres Cilegon Sebar Anggota Di Setiap Titik Pos Penyekatan Arus Mudik 01:48 wib: Gubernur Banten Dukung Penuh Manajemen Baru Bank Banten Untuk Melakukan Transformasi dan Pencapaian Kinerja Terbaik 13:42 wib: Cek Kesiapan, Polres Kota Serang dan Forkompinda Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Maung 2021

LANAL Banten Turunkan Tim SAR Dan Dirikan Posko SAR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 469 Pengunjung

BantenKu, CILEGON - Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air di Perairan Kepulauan Seribu dengan kode Penerbangan SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak pada tanggal 09 Januari 2021 kemarin menyita perhatian banyak Pihak. Berdasarkan Informasi yang dihimpun, kontak terakhir terjadi pada pukul 14.40 WIB, Pesawat jenis Boeing 737-524 itu membawa penumpang sesuai data manivest.

Untuk itu Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Budi Iryanto, M.Tr. Hanla langsung memerintahkan kepada Prajurit Lanal Banten untuk mendirikan Posko Bantuan dan menerjunkan Tim SAR bersama Polairud serta Nelayan Desa Pulau Cangkir Kab Tenggerang untuk melaksanakan perbantuan Operasi SAR jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 apabila serpihan dan korban terbawa arus gelombang ke Perairan sekitar Pulau Laki. Adapun lokasi pendirian Posko bertempat di Kampung Bahari Nusantara Desa Pulau Cangkir Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang sedangkan untuk Posko SAR Terpadu berada di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priuk Jakarta Utara. (Minggu, 10/01/2021)
Dalam pelaksanaannya Lanal Banten juga menurunkan Unsur Kal Tamposo, Patkamla Badak dan Patkamla Panaitan serta Sekoci karet.

Hari pertama setelah pendirian Posko yang juga di bantu Ormas, Tim SAR Lanal Banten bersama dengan Nelayan Pulau Cangkir melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Laki dengan menggunakan Kapal Milik Nelayan Pulo Cangkir dengan hasil masih belum ditemukannya serpihan pesawat dll.

Berdasarkan informasi dari Nelayan saat kejadian sedang melaut bahwa terdengar 2 kali dentuman hebat yang mengakibat gelombang air laut naik hingga +_ 3 Meter disekitar lokasi kejadian, namun Nelayan segera pulang karena takut akan ada Sunami.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top