Minggu, 25 Juli 2021 |
11:56 wib: Fakus Tangani Covid 19, DPRD Banten Batalkan Pengadaan Kendaraan Dinas 19:35 wib: Pemkab Serang Pinjamkan Rumdis Sekda ke RS Kencana untuk Rawat Pasien Covid-19 17:34 wib: Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Lokasi Vaksinasi di Kampus Untirta 17:20 wib: TNI AL Banten Mendukung Serbuan Vaksinasi di Kabupaten Serang di Hadiri Panglima TNI Dan Kapolri 17:11 wib: Gubernur Banten Bersama Panglima TNI Dan Kapolri Lepas Bantuan PPKM Darurat Serta Akselerasi Vaksinasi 20:23 wib: Mulai Malam Ini, PJU di Wilayah Kabupaten Serang Dipadamkan 18:42 wib: Pandji: TMMD Kembalikan Budaya Gotong Royong yang Nyaris Punah 20:02 wib: Sidak Pabrik Kain di Kopo, Satgas Terima Laporan 5 Karyawan Reaktif Hasil Swab Antigen 08:42 wib: Berikan Kenyamanan Masyarakat Berlalu Lintas, WH – Andika Mulai Bangun Jembatan Bogeg Kota Serang 08:07 wib: Tahun 2021, Manajamen Kepegawaian di Era WH – Andika Mendapat Apresiasi Pusat

Belajar Tatap Muka Januari 2021, Walkot Serang Harus Perketat Protokol Kesehatan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 812 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Walikota Serang, Syafrudin meminta kepada seluruh sekolah yang ada di Kota Serang memperketat protokol kesehatan (prokes) saat melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Sebab Januari 2021 Pemkot Serang akan memberlakukan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh.

“Sebenarnya beberapa sudah melakukan simulasi tatap muka untuk kelas 6 SD dan 3 SMP. Yang terpenting prokes nanti akan diperketat. Nanti dindik Kota Serang lah yang akan mengatur prokesnya. Makanya simulasi dulu. Dan kelas tidak boleh penuh,” ujarnya usai menghadiri acara puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, penutupan bhakti TNI KB-Kes terpadu dan launching Hari Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan tingkat Kota Serang tahun 2020 di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Senin (23/11/2020).

Ia menjelaskan saat ini Dindikbud Kota Serang tengah mengatur sistem prokes pembelajaran tatap muka. Pihaknya tidak ingin sistem tatap muka menjadi klaster penyebaran virus Corona.

“Makanya nanti penerapannya kelas tidak boleh terisi secara penuh,” ucapnya.

Saat ini berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Serang per 22 November 2020 mencatat sudah 771 warga terinfeksi virus Corona, yang dirawat 69 orang, yang isolasi 262 orang, yang sembuh 366 orang dan yang meninggal 20 orang.


[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top