Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Waspada..Serangga Tumbuhan Jenis Baru pada Gandum Impor..masuk ke Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1988 Pengunjung
Foto ; Ilustrasi

Bantenku.com, CILEGON- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon berhasil melakukan fumigasi terhadap gandum impor asal Ukraina sebanyak 6.825 ton. Langkah fumigasi itu ditempuh untuk mencegah penyebaran organisme penganggu tumbuhan jenis serangga Sitophilus Granarius.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Badan Karantina Pertanian, Antardjo Dikin mengatakan, jenis serangga itu tergolong dalam kategori A1 atau belum ada Indonesia. “Kalau sampai masuk ke Indonesia, tidak mudah untuk memberantasnya. Karena dia juga akan menyebar. Belum lagi juga akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memberantasnya,” ujarnya dalam keterangan pers di Kantor BKP Kelas II Cilegon, Jumat (2/12/2016) malam.

Serangga itu, lanjut dia, merupakan jenis organisme pengganggu tumbuhan yang dapat merugikan petani dan pengusaha di bidang agribisnis. “Kalau serangga itu masih tersisa, dia bisa menghabiskan bijih gandum itu menjadi tepung dan sudah tidak bisa dikonsumsi lagi. Dan serangga ini yang bisa menghabiskan komoditi lainnya seperti beras,” terangnya.

Fumigasi dilakukan oleh profesional yang dibiayai oleh importir dengan menggunakan bahan aktif metil bromida (CH3BR) dan diketahui pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Ukraina.

Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon Bambang Haryanto mengatakan, informasi yang ia himpun Pemerintah Ukraina juga sudah memberikan sanksi tegas pada petugas fumigasinya atas temuan tersebut. “Selama ini yang sering kita temukan itu umumnya adalah jamur, tapi kali ini yang kita temukan adalah jenis serangga yang tergolong paling ganas. Makanya butuh treatment khusus melalui fumigasi, dan sudah kita pastikan mati,” katanya.

Dikatakan, gandum itu diimpor dari Ukraina dengan menggunakan kapal MV. Mastro Nikolas pada 1 September lalu memalui Pelabuhan Laut Cigading, Cilegon dan disimpan di gudang milik PT KIEC.

[Red]



KOMENTAR DISQUS :

Top