Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Waspada..Serangga Tumbuhan Jenis Baru pada Gandum Impor..masuk ke Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2030 Pengunjung
Foto ; Ilustrasi

Bantenku.com, CILEGON- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon berhasil melakukan fumigasi terhadap gandum impor asal Ukraina sebanyak 6.825 ton. Langkah fumigasi itu ditempuh untuk mencegah penyebaran organisme penganggu tumbuhan jenis serangga Sitophilus Granarius.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan Badan Karantina Pertanian, Antardjo Dikin mengatakan, jenis serangga itu tergolong dalam kategori A1 atau belum ada Indonesia. “Kalau sampai masuk ke Indonesia, tidak mudah untuk memberantasnya. Karena dia juga akan menyebar. Belum lagi juga akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memberantasnya,” ujarnya dalam keterangan pers di Kantor BKP Kelas II Cilegon, Jumat (2/12/2016) malam.

Serangga itu, lanjut dia, merupakan jenis organisme pengganggu tumbuhan yang dapat merugikan petani dan pengusaha di bidang agribisnis. “Kalau serangga itu masih tersisa, dia bisa menghabiskan bijih gandum itu menjadi tepung dan sudah tidak bisa dikonsumsi lagi. Dan serangga ini yang bisa menghabiskan komoditi lainnya seperti beras,” terangnya.

Fumigasi dilakukan oleh profesional yang dibiayai oleh importir dengan menggunakan bahan aktif metil bromida (CH3BR) dan diketahui pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Ukraina.

Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon Bambang Haryanto mengatakan, informasi yang ia himpun Pemerintah Ukraina juga sudah memberikan sanksi tegas pada petugas fumigasinya atas temuan tersebut. “Selama ini yang sering kita temukan itu umumnya adalah jamur, tapi kali ini yang kita temukan adalah jenis serangga yang tergolong paling ganas. Makanya butuh treatment khusus melalui fumigasi, dan sudah kita pastikan mati,” katanya.

Dikatakan, gandum itu diimpor dari Ukraina dengan menggunakan kapal MV. Mastro Nikolas pada 1 September lalu memalui Pelabuhan Laut Cigading, Cilegon dan disimpan di gudang milik PT KIEC.

[Red]



KOMENTAR DISQUS :

Top