Senin, 17 Juni 2019 |
16:59 wib: Masyarakat Banten diminta Jangan Mudah Terprovokasi 15:05 wib: Jalur Wisata Pantai Anyer – Cinangka Ramai Lancar 11:02 wib: DPD Perank Indonesia Lebak Gelar Acara Buka Bersama Dan Santunni Anak Yatim 14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati

Warga Tiga Desa Di Kecamatan Cimarga Akan Gelar Aksi Demo Jika Jembatan Cimarga Yang Roboh Tidak Segera Dipetbaiki

Publisher: Admin Web Dibaca: 2450 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Robohnya jembatan Cimarga pada 2016 yang lalu sangat berpengaruh besar terhadap roda perekonomian warga cimarga. Hal ini disampaikan oleh Aan salah seorang warga Desa Margaluyu sabtu (08/12/18)." Robohnya jembatan Cimarga Kampung Jampang perbatasan Desa Sudamanik dan Desa Cimarga. yang tidak kunjung diperbaiki, ini berdampak pada roda perekonomian kami. Dulu kami bisa menjual hasil pertanian dan perkebunan. Tapi sekarang susah karena aset jalan jembatan tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ( Truk). Dan kalaupun kita paksakan, harus melalui jalan memutar yang lebih jauh sehingga ongkos yang dikeluarkan lebih besar, bisa sampai tiga kali lipat" ungkap Aan.

Lebih lanjut Aan menerangkan" Ada tiga Desa yang terkena dampak dari putusnya jembatan tersebut, yaitu Desa Margaluyu, Desa Mekarmulya dan Desa Sangkan manik. jika tahun 2019 tidak dilakukan perbaikan jembatan tersebut, maka kami akan berkoordinasi dengan Desa lainnya untuk mengadukan persoalan ini dengan melakukan aksi unjuk rasa ke gedung kantor perintahan Kabupaten Lebak. Dan kekantor perkebunan PTPN VIII" ancam Aan.

Ketika dikomfirmasi terkait melemahnya perekonomian warga akibat robohnya jembatan Cimarga tersebut, Edi Kepala Desa Margaluyu membenarkan" ya karena sebagian besar warga saya emang menggantungkan kehidupannya dari hasil pertanian dan perkebunan, dan dikarenakan jembatan tersebut akses satu satunya yang terdekat dengan jalan raya, maka dengan otomatis sangat berpengaruh terhadap roda perekinomian warga saya. Kita sudah beberapa kali meminta kepihak Pemda Lebak ataupun Kepihak Perkebunan PTPN VIII, tapi sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban dan seolah keduanya saling melempar tanggung jawab" pungkas Edi.

Dari pantauan langsung dilokasi, terlihat jembatan roboh dan sudah ada perbaikan, tetapi tidak maksimal, juga terlihat adanya portal penghalang, untuk rutinitas PTPN VIII, tidak terganggu sama sekali, masih bisa melalui jembatan, dikarenakan mobil truk PTPN VIII bak terbukanya rendah sehingga bisa melewati portal tersebut, sedangkan mobil truk biasa tidak bisa masuk dikarenakan bak terbukanya tinggi, hal ini mengundang kecemburuan pihak masyarakat seolah sengaja dibuat seperti itu. (Hin.Red).

KOMENTAR DISQUS :

Top