Sabtu, 17 Agustus 2019 |
10:48 wib: Badak Banten Apresiasi Respon Bupati Lebak menurunkan Lampion 10:18 wib: Ketua Brantas Lebak Tuding Lemahnya Pengawasan Pada Program Kotaku Jadi Biang Permasalahan 09:45 wib: Puskesmas Puloampel Semarakan Perayaan HUT Kemerdekaan Ke 74 18:25 wib: Ormas Brantas Lebak Dorong Kejari Selidik Program Kotaku Di MC Barat 19:21 wib: Warga Carenang Desak Pemerintah Bantu Pemulangan Anaknya di Timur tengah 15:51 wib: Kapolda Banten : Idul Adha Momentum Berbagi dengan Sesama 16:26 wib: PT Andalan Finance Pastikan Sesuai SOP Saat Tarik Kendaraan 08:07 wib: Ormas Brantas Lebak : Lelang Pengadaan Barang Dan Jasa Pada Program Kotaku Diduga Tidak Sah 07:57 wib: KSOP Banten Terapkan Sistem Inaportnet TUKS di Banten 16:36 wib: Wakil Bupati Lebak Hadiri Audiensi Calon Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih

Warga Tiga Desa Di Kecamatan Cimarga Akan Gelar Aksi Demo Jika Jembatan Cimarga Yang Roboh Tidak Segera Dipetbaiki

Publisher: Admin Web Dibaca: 2625 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Robohnya jembatan Cimarga pada 2016 yang lalu sangat berpengaruh besar terhadap roda perekonomian warga cimarga. Hal ini disampaikan oleh Aan salah seorang warga Desa Margaluyu sabtu (08/12/18)." Robohnya jembatan Cimarga Kampung Jampang perbatasan Desa Sudamanik dan Desa Cimarga. yang tidak kunjung diperbaiki, ini berdampak pada roda perekonomian kami. Dulu kami bisa menjual hasil pertanian dan perkebunan. Tapi sekarang susah karena aset jalan jembatan tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat ( Truk). Dan kalaupun kita paksakan, harus melalui jalan memutar yang lebih jauh sehingga ongkos yang dikeluarkan lebih besar, bisa sampai tiga kali lipat" ungkap Aan.

Lebih lanjut Aan menerangkan" Ada tiga Desa yang terkena dampak dari putusnya jembatan tersebut, yaitu Desa Margaluyu, Desa Mekarmulya dan Desa Sangkan manik. jika tahun 2019 tidak dilakukan perbaikan jembatan tersebut, maka kami akan berkoordinasi dengan Desa lainnya untuk mengadukan persoalan ini dengan melakukan aksi unjuk rasa ke gedung kantor perintahan Kabupaten Lebak. Dan kekantor perkebunan PTPN VIII" ancam Aan.

Ketika dikomfirmasi terkait melemahnya perekonomian warga akibat robohnya jembatan Cimarga tersebut, Edi Kepala Desa Margaluyu membenarkan" ya karena sebagian besar warga saya emang menggantungkan kehidupannya dari hasil pertanian dan perkebunan, dan dikarenakan jembatan tersebut akses satu satunya yang terdekat dengan jalan raya, maka dengan otomatis sangat berpengaruh terhadap roda perekinomian warga saya. Kita sudah beberapa kali meminta kepihak Pemda Lebak ataupun Kepihak Perkebunan PTPN VIII, tapi sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban dan seolah keduanya saling melempar tanggung jawab" pungkas Edi.

Dari pantauan langsung dilokasi, terlihat jembatan roboh dan sudah ada perbaikan, tetapi tidak maksimal, juga terlihat adanya portal penghalang, untuk rutinitas PTPN VIII, tidak terganggu sama sekali, masih bisa melalui jembatan, dikarenakan mobil truk PTPN VIII bak terbukanya rendah sehingga bisa melewati portal tersebut, sedangkan mobil truk biasa tidak bisa masuk dikarenakan bak terbukanya tinggi, hal ini mengundang kecemburuan pihak masyarakat seolah sengaja dibuat seperti itu. (Hin.Red).

KOMENTAR DISQUS :

Top