Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Warga Serang Ingin Gabungkan Kesenian Dengan Usaha Budidaya Lele dan Telur Puyuh

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1120 Pengunjung

BantenKu, SERANG – Sebagai daerah dengan sejuta nilai historis yang dikandungnya, Provinsi Banten merupakan wilayah yang penuh dengan kebudayaan bernuansa islami khususnya di Kota Serang. Pasalnya, dalam catatan sejarah peradaban Islam di nusantara, kegiatan penyebaran agama Islam tak lepas dari peran serta kebudayaan untuk menarik warga memeluk agama dengan penuh nilai perdamaian dan perjuangan ini.

Pada masa penyebaran Islam ratusan tahun silam di Kota Serang yang saat ini menjadi Ibukota Provinsi Banten, faktor kebudayaan dan kesenian menjadi penting yang tak dapat dihindari. Oleh karena itu, untuk melestarikan kesenian lokal bernuansa islami yang kental dengan adat budaya tradisional serta kultur masyarakat setempat. Sebuah organisasi kearifan lokal Seni Budaya Banten Rudat Terebang Gede Jami Al Ikhlas yang berlokasi di Lingkungan Sempu Banten Girang, RT 001/007, Kelurahan Cipare, Kecamatan/Kota Serang, berupaya melestarikan kebudayaan tersebut dengan berbagai cara demi memikat para generasi muda untuk turut serta menjaga dan merawat salah satu warisan budaya pada masa penyebaran Islam di Banten.

Ketua Kelompok Rudat Terebang Gede Jami Al-Ikhlas Muslich mengatakan, dengan melakukan kegatan-kegiatan religi dalam wadah Majelis Ta’lim kajian agama yang diisi dengan sosialisasi pentingnya kerukunan antar warga dan antar umat beragama. Sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, dengan upaya ini, faham radikalisme bisa ditangkal sehingga kerukunan akan tetap terjaga.

“Melakuan pembinaan dan pelestarian kesenian dan kebudayaan dalam bentuk rutinitas latihan Seni Rudat dan Terbang gede yang bertujuan untuk meminimalisir kegiatan-kegiatan negatif yang kerap dilakukan warga masyarakat,” katanya, Rabu (05/01/2022).
“Dengan bantuan Program Kearifan Lokal Kemensos RI, sangat membantu untuk mewujudkan harapan masyarakat kami, yakni melestarikan kebudayaan dengan ditunjang usaha ekonomi masyarakat”, ucapnya.

Selain berusaha untuk melestarikan kesenian kearifan lokal, organisasi ini juga menginginkan untuk hidup mandiri dengan cara memiliki usaha yang dikelola oleh para pengurus maupun anggota dari perhimpunan tersebut.

“Dengan adanya kegiatan usaha budi daya ikan lele tersebut kami berharap kelompok kesenian kami dapat terus berkembang dan bisa menambah potensi usaha lain sesuai dengan komunitas atau pangsa pasar yang ada, dengan harapan usaha ekomomi kelompok ini dapat melebarkan sayap untuk melakukan usaha-usaha lain yang dapat menunjang perekonomian pengurus kelompok serta masyarakat sekitar, yang akhirnya menciptakan masyarakat yang mandiri dan dapat menjadi pelopor pencegahan konflik sosial serta pencegahan penyebaran faham radikalisme dan terorisme yang ada di daerah kami,” paparnya.

Sementara, Ari Sugira sebagai pendamping program kearifan lokal Kota Serang mengungkapkan, pembekalan dengan cara berusaha untuk mandiri merupakan salah satu cara yang harus didukung oleh setiap pemangku kebijakan. Menurutnya, hal ini akan memacu kegiatan bisnis yang sejalan dengan pelestarian kesenian lokal yang penuh dengan nilai historisnya.

Penggabungan antara usaha dan kebudayaan juga diketahui telah diaplikasikan masyarakat Banten khususnya di dunia pesantren tradisional yang berdampak hingga saat ini. “Kalau ada usahanya, kemudian tetap berkegiatan kami yakin masyarakat akan tertarik bergabung dan ikut serta dalam melestarikan kesenian yang bernilai sejarah ini,” ungkap Ari.

Lebih lanjut dikatakan, pendiri kelompok atau sanggar kesenian adalah modal dasar yang dapat membantu usaha pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional yang hidup dan berkembang di Kota Serang sangat beragam, hal itu dapat dijadikan modal untuk usaha peningkatan kualitas seni tradisional tersebut dan merupakan modal yang sangat berharga dalam usaha dan upaya membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan konflik sosial dan pencegahan serta penanganan faham radikalisme dan terorisme yang kerap terjadi di Indonesia.


“Hal tersebut perlu diwujudkan sebagai upaya untuk menekan dan mencegah konflik sosial dan penyebaran faham radikalisme yang sering terjadi, melalui program dan kegiatan seni budaya serta pengembangan ekonomi masyarakat inilah kita berusaha untuk mewujundkan pemuda dan masyarakat yang cinta damai serta dapat melestarikan kebudayaan warisan dari leluhur kita,” tutup Ari.


(SU/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top