Selasa, 04 Agustus 2020 |
11:54 wib: Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Kegiatan Pengamanan Di Sepanjang Pantai Anyer 07:42 wib: Covid-19, Kereta Api Lokal Merak Rangkasbitung Belum Bisa Beroperasi Hingga Agustus 17:41 wib: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Lebaran Idul Adha Bagian Menguji Ketaqwaan 21:32 wib: Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi 12:44 wib: Dirlantas Polda Banten Paparkan Kesiapan Libur Idul Adha kepada Kakorlantas Polr 12:11 wib: 17 Produk UMKM di Kabupaten Serang Masuk Minimarket 18:41 wib: Wabup Dukung, Perank Gagas Gerakan Desa Bersih dari Narkoba 17:25 wib: Kapolda Banten Ajak Stakeholder Ciptakan Pilkada Serentak yang aman damai dan sejuk 09:43 wib: Satgas PEN Daerah Terbentuk, Polri Siap Dukung Program Pemerintah Guna Pulihkan Ekonomi Nasional 18:20 wib: 4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

Warga Kaloran Pena Kota Serang Gegerkan Penemuan Mortir

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 987 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Warga di Lingkungan Kaloran Pena tepatnya RT 01 RW 07, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang digegerkan dengan penemuan sebuah mortir di sebuah rumah kosong, Selasa (16/6/2020). Penemuan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Seorang warga yang pertama kali menemukan mortir, Sugiatno Sastra (67) menceritakan, awalnya mortir ditemukan secara tidak sengaja saat dirinya tengah membuang sampah. Saat itu, ia melihat ada besi yang menonjol di permukaan tanah.

“Saya tiap hari buang sampah, saya lihat disana ada nongol besinya. Saya kira plastik, ternyata dari besi,” ujarnya di lokasi.

“Sepertinya itu mortir, tapi ga kelihatan. Saya nemu saya pegang, saya langsung panggil pak Didi. Kemudian digali sama pak Didi, diambil dan dibawa ke pak RT,” ungkap pria disapa Nano ini.

Sementara itu, Ketua RT 01, Dede Sudrajat (58) mengatakan, pihaknya pasca penemuan mortir langsung melaporkan ke Bhabinsa dan Babinkantibmas setempat.

“Setelah ditemukan pak Nano dan pak Didi, langsung kami laporkan ke berwajib,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, area mortir ditemukan telah dipasangi garis polisi dan diamankan TNI dan Kepolisian setempat. Tidak lama berselang, Tim Penjinak Bom Satbrimob Polda Banten langsung turun ke lokasi. Tampak tim langsung mengamankan mortir dimasukan ke tas pengaman dan dibawa ke Mako Satbrimob Polda Banten.

“Untuk sementara dibawa ke Mako Gegana dan selanjutnya kita akan disposalkan atau dihancurkan. Itu protabnya,” ungkap Pejabat Sementara (PS) Kanit 1 Subden 1 Brimob Polda Banten, Iptu Wahijan.

Kanit memperkirakan, mortir berukuran panjang sekitar 20 hingga 30 centimeter yang diduga masih aktif merupakan produk lama. Dalam pengamatan sementara, mortir belum diketahui tahun pembuatannya. Mortir tersebut, kata dia, kemungkinan produk persenjataan di zaman perang kemerdekaan.

“Ini mortir aktif, mortir lama. Dari casing-nya sudah jelas dari barang lama. Mungkin bisa juga iya (alat senjata zaman kemerdekaan), bisa juga tidak,” pungkasnya.



[Sh/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top