Senin, 18 November 2019 |
13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

Warga Bunut Kesal Suara Bising Mesin PT Sulfindo Adi Usaha

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1736 Pengunjung
Foto : Ilustrasi

Bantenku, PULOAMPEL- Kebisingan Suara Mesin Turbin PT Merak Energi membuat warga di Kampung Bunut Desa Salira Kecamatan Puloampel resah. 

Mesin milik PT Merak Energi Pembangkit Listrik tenaga uap yang kapasitas nya mencapai 125 mv tersebut diduga menjadi penyebab warga kampung Bunut dan kampung Sumur Lubang desa salira merasa terganggu.

Mesin yang bahan bakunya batu bara perusahaan tersebut memproduksi tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan PT Sullfindo Adiusaha, Pembangkit tersebut dekat berlokasi di Desa Mangun Reja kecamatan Puloampel beroperasi 24 jam.

Juni kabut Wahyudi selaku ketua Ormas Brantas kecamatan Puloampel meminta kepada pihak perusahaan agar segera melakukan upaya agar kebisingan tersebut tidak mengganggu warga, terang Juni saat ditemui oleh awak media, Senin (16/09/2019).

" Kami akan melayangkan surat somasi atas kondisi tersebut dan melaporkan kepada pihak pemerintah daerah, lantaran sudah sangat meresahkan warga terutama saat malam hari ketika masyarakat tertidur", tutup Juni.(Sahlani/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top