Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

Walikota Janji Perbaiki Dampak Lokasi Bencana Banjir dan Longsor

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 357 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Walikota Serang Syafrudin meninjau lokasi longsor akibat meluapnya Sungai Cibanten di perumahan Taman Graha Asri, dan lokasi banjir di perumahan Ranau Estate tahap I di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (4/2/2021).

Syafrudin menegaskan, meskipun kewenangan Kali Cibanten ada di Pemerintah Pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (C3), namun pihaknya tetap akan bertanggung jawab.

“Saya melihat lokasi terutama di Graha Asri ada dua titik longsor dari sungai Cibanten. Sebenarnya penanganan sungai Cibanten itu ada di C3 atau Balai Besar, akan tetapi ini menjadi tanggung jawab kami sekalipun secara fisik tanggung jawab C3,” ujar Syafrudin, kepada Banten Raya usai meninjau lokasi.

Ia menyebutkan, bencana yang terjadi disana disebabkan saluran air dari warga di lokasi longsor tersebut turun langsung ke tanah, tanpa ada selokan atau drainase.

“Titik longsor kedua itu mungkin tidak bisa dibuat saluran tetapi akan dibuat bronjong. Kami akan kami ajukan, mudah-mudahan di tahun 2021 ini sudah ada langkah nyata sebelum musim panas,” ucap dia.

Adapun untuk pembangunan infrastruktur pendukung merupakan kewenangan Pemkot Serang, Syafrudin berjanji akan memperbaikinya, hal itu agar tidak terjadi bencana kembali.

“Insya Allah kewajiban-kewajiban Pemkot Serang baik drainase atau saluran kecil di perumahan nanti akan coba dibuat pasangan sehingga air itu tidak langsung lari ke tanah,” jelasnya.

Untuk banjir di perumahan Ranau Estate, sambung Syafrudin, disebabkan adanya saluran yang sempit dan tersumbat mengakibatkan tembok Kali Talang jebol. Akibatnya, air masuk ke lingkungan kompleks tersebut.

“Mudah-mudahan ini juga menjadi tanggung jawab kami dan Insya Allah segera mungkin dalam waktu dua minggu ini sudah kami normalisasi di lingkungan ini. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi longsor di Ranau ini,” tutur Syafrudin.

Akibat kejadian di dua lokasi tersebut, Pemkot Serang akan segera mengevaluasi jajarannya mulai dari tingkat kecamatan maupun kelurahan, perihal perumahaan yang berada di bantaran sungai.

“Nanti saya intruksikan kepada pak camat, pak lurah di wilayah masing-masing apabila ada perumahan yang mau ngurus izin terutama di pinggir kali itu harus diawasi ketat karena di situ ada sempadan,” kata Syafrudin.

Ia menekankan kepada para pengembang perumahaan agar tidak menjual lahan di sekitar bantaran sungai. Sebab, lahan tersebut bukan pihak developer, tetapi tanah milik negara. Begitu pun masyarakat dilarang mendirikan banguan di sekitar bantaran sungai.

“Jadi saya harap kesadaran masyarakat juga tentang bantaran jangan dipakai apa-apa. Jangan dibangun rumah. Malah harus ditanami pohon-pohon besar,” tegasnya.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top