Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Wali Kota Serang Hadiri Simulasi Wedding New Normal Yang Diadakan Oleh Aspedi Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1393 Pengunjung

Bantenku, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hadir pada acara simulasi wedding atau cara-cara untuk kegiatan pernikahan serta kegiatan perkumpulan yang lainnya dimasa pandemi Covid-19 yang dilaksanakan baik di gedung maupun diluar gedung, Kamis (9/7/2020).

Kegiatan tersebut diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Banten di Kebon Kubil, Kota Serang.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya memberikan informasi bahwa ditatanan transisi new normal ini sesuai aturan Perwal nomor 18 tahun 2020, segala kegiatan baik perdagangan jasa dan yang lainnya sudah bisa dilaksanakan dengan mengacu pada aturan tersebut.

"Artinya Perwal ini mengatur tentang kegiatan dikerumunan masa dan kegiatan perdagangan yang selalu harus mengutamakan protokol kesehatan. Jadi kegiatan wedding ini memperhatikan protokol kesehatan," kata Syafrudin kepada awak media.

Dengan diadakannya simulasi ini, lanjut dia, mulai hari ini semua wedding di Kota Serang sudah dibuka. Akan tetapi, harus mengikuti aturan pemerintah dan protokol kesehatan.

"Nanti kalau digedung pelaksanaan wedding ini harus ada petugas khusus, ada EO yang mengatur kegiatan ini. Di masyarakat juga harus ada petugas khusus. Dengan pengunjung maksimal 30 persen luas tempat wedding. Jadi diatur jamnya. Pagi, siang dan sore," katanya.

Jika tidak mengikuti aturan pemerintah, Wali Kota Serang dengan tegas akan menutup kegiatan wedding.

Sementara itu, Wakil Ketua ASPEDI Banten Febriansah Slamet Pribadi mengatakan bahwa, sosialisasi simulasi wedding ini diinginkan menjadi patokan satu kunci keberhasilan untuk acara pernikahan yang akan dilaksanakan. "Jadi kita membuat simulasi ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepolisian dan pihak setempat agar keamanan dan ketertiban kegiatan. Karena Perwal mengatur kegiatan kerumunan dibatas hingga 30 persen isi tempat kegiatan," katanya.

Kegiatan ini juga, lanjut dia, mencontohkan pengunjung diberikan pelayanan khusus seperti dicek suhu tubuh, diberikan hand sanitizer, dan batas jaga jarak. "Kami menyiapkan petugas khusus. Simulasi ini untuk diketahui teman-teman semua pelakasana kegiatan," jelasnya.

Ia juga berharap dengan kegiatan simulasi ini, kegiatan wedding bisa dilaksanakan kembali dimasa pandemi Covid-19. "Tidak hanya akad nikah saja, sekarang sudah boleh acara wedding," katanya. 

(Mahesa/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top