Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Tolak Rapid Tes 20 Petugas PPDP Kabupaten Serang Di Pecat

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 462 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Sekitar 20 orang petugas pemutaakhiran data pemilih (PPDP) yang bertugas melakukan pencoklitan menolak dilakukan rapid test oleh petugas karena mereka khawatir reaktif Covid-19.

Ketua KPU Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan, pihaknya langsung mengganti PPDP yang menolak dirapid test tersebut karena rapid test menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.

"Ada sekitar 20 orang PPDP yang kita ganti karena menolak dirapid test. Mereka tersebar di beberapa kecamatan," ujar Abidin saat ditemui di sela-sela acara sosialisasi pencalonan kepada partai politik di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (21/7/2020).

Abidin mengaku, belum mengetahui pasti alasan PPDP menolak dirapid test tersebut, namun diduga kuat mereka kahawatir reaktif Covid-19.

"Mungkin mereka takut reaktif dan lain sebagainya. Yang jelas kita tidak ada toleransi dan langsung kita ganti," katanya

Pihaknya memastikan seluruh petugas PPDP yang saat ini tengah melakukan kegiatan pencocokan dan penilitian atau coklit di 29 kecamatan dalam kondisi sehat, sehingga pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak khawatir.


[Mahesa/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top