Jumat, 24 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Tol Serang-Panimbang Masuk Proses Amdal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 12775 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Pemerintah pusat menggeber proses pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sejauh 87 kilo meter.

Kini, proses pembangunan jalan tol tersebut, sudah memasuki tahapan Analisis Dampak Lingkungan (amdal).

"Pemerintah pusat sudah merencanakan tahun depan (pembangunan jalan tol). Makanya itu, kita sekarang sedang menyiapkan amdal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno di Serang, Kamis (14/05/2015).

Tak hanya menyiapkan amdal, Pemprov Banten juga siap membantu pemerintahan Jokowi-JK untuk menyediakan lahan untuk jalan Tol Serang-Tanjung Lesung, demi mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah Banten Selatan.

"Kita (pemprov Banten) hanya kepada amdal. Karena pembangunan kan (pemerintah) pusat. Dan, tentu kita diminta bantuannya untuk pembebasan lahan," tegasnya.

Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi berjanji membangun Jalan Tol Serang-Tanjung Lesung sejauh 87 kilometer yang akan menghabiskan biaya sebesar Rp5 triliun.

Janji tersebut dilontarkan Jokowi saat melounching Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, yang sempat mangkrak 24 tahun pembangunannya, pascadicanangkan tahun 1991.

Kini KEK Tanjung Lesung coba dibangun kembali dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2012 dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2022 mendatang.

KEK Tanjung Lesung seluas 1.500 hektar dikelola oleh PT Jabebeka melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ). (DHAN)

KOMENTAR DISQUS :

Top