Sabtu, 06 Juni 2020 |
21:18 wib: Jelang New Normal Kapolda Banten Bersama Danrem 064/MY Tinjau Pusat Perbelanjaan Kota Serang 20:48 wib: Sembilan Kali, Pemkab Serang Raih Opini WTP BPK 20:36 wib: Tinjau Bapenda, Bupati Serang Intruksikan OPD Jalankan New Normal 17:47 wib: Kodim 0603 Lebak Bagikan Ratusan Paket Sembako 08:24 wib: Jelang "New Normal", Cabai Merah Kriting Jateng Kembali Gencar Pasok Sumatera 18:35 wib: Warga Sukamurni Kecamatan Balaraja Mulai Terima Penyaluran BST APBD Kabupaten 08:02 wib: Brantas Minta Bupati Lebak Untuk Mengkaji Kembali atau Mencopot Kabid SDA PUPR 06:53 wib: Brantas Berharap Tipikor Polres Lebak Secepatnya Melayangkan SPDP Perihal PUPR yang di Laporkan LSM Bentar 06:44 wib: Personel Polres Cilegon Berikan Bantuan Sembako Kepada Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh 20:53 wib: LSM Bentar Laporkan Kabid SDA PUPR Kab.Lebak ke Tipikor Polres Lebak

Tol Serang-Panimbang Masuk Proses Amdal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 13804 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Pemerintah pusat menggeber proses pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sejauh 87 kilo meter.

Kini, proses pembangunan jalan tol tersebut, sudah memasuki tahapan Analisis Dampak Lingkungan (amdal).

"Pemerintah pusat sudah merencanakan tahun depan (pembangunan jalan tol). Makanya itu, kita sekarang sedang menyiapkan amdal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno di Serang, Kamis (14/05/2015).

Tak hanya menyiapkan amdal, Pemprov Banten juga siap membantu pemerintahan Jokowi-JK untuk menyediakan lahan untuk jalan Tol Serang-Tanjung Lesung, demi mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah Banten Selatan.

"Kita (pemprov Banten) hanya kepada amdal. Karena pembangunan kan (pemerintah) pusat. Dan, tentu kita diminta bantuannya untuk pembebasan lahan," tegasnya.

Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi berjanji membangun Jalan Tol Serang-Tanjung Lesung sejauh 87 kilometer yang akan menghabiskan biaya sebesar Rp5 triliun.

Janji tersebut dilontarkan Jokowi saat melounching Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, yang sempat mangkrak 24 tahun pembangunannya, pascadicanangkan tahun 1991.

Kini KEK Tanjung Lesung coba dibangun kembali dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2012 dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2022 mendatang.

KEK Tanjung Lesung seluas 1.500 hektar dikelola oleh PT Jabebeka melalui anak usahanya PT Banten West Java (BWJ). (DHAN)

KOMENTAR DISQUS :

Top