Kamis, 09 April 2020 |
18:15 wib: Infasing dan Serifikasi Belum Cair Akibat Data yang di Verval oleh Setiap Guru Terlambat 06:56 wib: Facebook Rilis Produk Baru, Tuned Aplikasi Chatting Khusus Pasangan 19:06 wib: Mentan Syahrul Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Di Pasaran 16:28 wib: PWI bekerjasama Dengan PT. Cahaya Technologi Unggas Bantu Masyarakat 16:12 wib: Terpeleset Santri Asal Kresek Tewas Di Kali Cidurian Kronjo 12:21 wib: Ratusan Guru Madrasah Non PNS Lebak Keluhkan Dana Sertifikasi dan Infasing Belum Turun 11:11 wib: Operasi Kalimaya 2020, Satlantas Polres Lebak Bagikan Masker Gratis 23:38 wib: Polda Banten Pasang Spanduk dan Baleho Himbauan Masyarakat Untuk Tidak Mudik Lebaran 23:04 wib: Belasan Wartawan Kota Serang Ikuti Rapid Test, Putus Rantai Virus Corona 22:55 wib: Polsek Cikande Amankan Pelaku Penusukan Karyawan Pabrik PT Nikomas

Target Swasembada Pangan di Banten Optimis Terealisasi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2891 Pengunjung

Bantenku.com, TANGERANG - (ADVERTORIAL) Dalam rangka merealisasikan swasta pangan di tahun 2017, Pemerintah Provinsi Banten terus menggenjot produktifitas pertanian di Banten. Semangat mewujudkan swasembada pangan itu dibuktikan oleh petani di Kabupaten Tangerang. Kemarin (7/12), kelompok tani terpadu di Kabupaten Tangerang melakukan gerakan tanam serentak yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI. Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman.

Selama 15 menit Mentan melakukan penanaman padi dengan jarak sekitar 50 meter di sawah Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Setelah melakukan penanaman menggunakan transplanter, Mentan juga memberikan instruksinya kepada para peserta yang hadir dari Penyulur Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai provinsi. 

Mentan Amran mengungkapkan, Banten merupakan wilayah yang berbasis agrobisnis, sehingga tanam serentak diharapkan dapat menghasilkan produksi padi yang tinggi. Wilayah pertanian yang luas menjadi pendorong utama dalam meningkatkan produktifitas pertanian di Banten. Tak hanya itu, Provinsi Banten menjadi provinsi kedua prioritas tanam serentak setelah provinsi Gorontalo. Dalam kesempatan tersebut, mentan berjanji akan menambah perlengkapan tanam pada 2016 sebanyak 100.000 unit tanam untuk dibagikan kepada petani-petani daerah

"Panen akan di laksanakan bulan februari, insyaallah di laksanakan serentak pula," katanya pada saat menghadiri acara Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu Melalui Kegiatan Tanam Serentak di Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Untuk menyukseskan Tanam Padi Serempak,  pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dan fasilitas yang dibutuhkan petani, yaitu sistem irigasi yang bagus dan penambahan alat mesin pertanian (alsintan) di 2016 sebanyak 80 ribu unit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten Eneng Nurcahyati mengungkapkan, Banten telah bekerja keras untuk mewujudkan swasembada pangan nasional, salah satunya di kawasan pertanian  Kabupaten Tangerang. 

"Gerakan tanam serentak ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan swasembada pangan secara nasional. Sebaran luas tanam di Bannten telah terpenuhi, tinggal menunggu hasil panen," kata Eneng. 

Kegiatan Tanam Padi Serempak dilakukan di seluruh Indonesia ini berlangsung pada musim tanam Oktober-Maret. Tanam serempak ini merupakan bentuk langkah nyata Kementan dalam mempercepat dan mendorong petani agar mulai melakukan penanaman perdana musim tanam Oktober-Maret 2016. 

Pemerintah menargetkan, di bulan Maret 2016 Indonesia dapat memanen padi pada lahan seluas 3 juta hektare.

Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Ranta Suharta mewakili Gubernur Banten. 

Sementara Pangdam Jaya diwakili Komandan Korem Barat Kodam Jaya, Brigjen TNI Zamroni.  (DHAN)



KOMENTAR DISQUS :

Top