Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Soal PSBB, Ormas Brantas DPC Kota Serang Nilai Pemkot Serang Kurang Serius

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1288 Pengunjung

Bantenku, SERANG- Ketua Ormas Brantas DPC Kota Serang, Suherdi SH mengatakan fenomena maraknya pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Serang belakangan merupakan persoalan serius.

Sebab, potret ini begitu nyata dan bukan hanya terjadi di kota Serang, banyak kasus serupa terjadi di berbagai daerah.

Karena itu, Herdi mendesak pemerintah kota Serang berserta jajaran bergerak cepat untuk mengatasinya. Apabila pemerintah tidak tanggap terhadap situasi masyarakat saat ini, serta tidak segera mencarikan jalan keluar, tidak tertutup kemungkinan akan menstimulasi munculnya distrust dan frustasi publik yang lebih parah lagi.

"Potret demikian menunjukkan kepada kita semua begitu frustasinya masyarakat sehingga menyebabkan luapan emosi yang berlebihan. Ini juga sebagai oto kritik terhadap kebijakan, ketegasan dan kearifan Walikota Serang yang bisa dianggap tidak memberikan tauladan dan contoh yang baik kepada masyarakat," ungkap Herdi, Senin(14/09/2020)

Kata Herdi, melayani masyarakat memang tidak mudah, mengayomi masyarakat tidak gampang, tapi ingat! itu memang tugas Pemkot Serang, tanggung jawab pemimpin.

Untuk itu Herdi perpandangan akan bijak jika pemkot Serang bijaksana dan tegas dalam membuat aturan, utuh dan terintegrasi yang bersumber dari aspirasi masyarakat. Jangan pernah membuat kebijakan tanpa melibatkan masyarakat. Suara pemerintah itu hakekatnya harusnya refleksi suara masyarakat.

Akan bijak jika pemkot Serang terus melakukan sosialisasi yang baik dan utuh atas setiap aturan dan kebijakan yang dibuat. Pastikan semua lapisan masyarakat mengetahui dan memahami. Terus tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib hukum dan aturan.

Berikutnya, pastikan aparat penegak hukum dan aparat negara yang bertugas menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, pengayom masyarakat. Sabar, profesional dan momong, humanis serta manusiawi. Jangan sampai sebaliknya, petugasnya emosional, tindakannya provokatif, pendekatannya dengan cara kasar.

Yang tidak kalah utama, pekerjaan rumah Walikota Serang harus memberikan tauladan kepada masyarakat. Harus bijak, tegas, dan mumpuni dalm memimpin. Karena perilaku publik sangat dipengaruhi oleh perilaku pemimpinnya.

Berdasarkan itu semua, ada bijaknya Pemkot Serang beserta aparatnya, bertindak sebagai pelayan masyarakat abdi rakyat. Terus dengarkan rakyat, buat kebijakan yang bertumpu sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

"Kepada Masyarakat kota Serang, saya mengajak untuk terus membangun kesadaran, megupdate segala informasi dan bantu upaya pemerintah sepanjang nyata-nyata untuk membantu rakyat. Mari kita kendalikan diri di saat pandemi yang penuh tekanan ini. Tingkatkan solidaritas sosial dan kesetiakawanan sosial kita," tandasnya. [Mahesa]


KOMENTAR DISQUS :

Top