Selasa, 04 Agustus 2020 |
11:54 wib: Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Kegiatan Pengamanan Di Sepanjang Pantai Anyer 07:42 wib: Covid-19, Kereta Api Lokal Merak Rangkasbitung Belum Bisa Beroperasi Hingga Agustus 17:41 wib: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Lebaran Idul Adha Bagian Menguji Ketaqwaan 21:32 wib: Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi 12:44 wib: Dirlantas Polda Banten Paparkan Kesiapan Libur Idul Adha kepada Kakorlantas Polr 12:11 wib: 17 Produk UMKM di Kabupaten Serang Masuk Minimarket 18:41 wib: Wabup Dukung, Perank Gagas Gerakan Desa Bersih dari Narkoba 17:25 wib: Kapolda Banten Ajak Stakeholder Ciptakan Pilkada Serentak yang aman damai dan sejuk 09:43 wib: Satgas PEN Daerah Terbentuk, Polri Siap Dukung Program Pemerintah Guna Pulihkan Ekonomi Nasional 18:20 wib: 4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

Sering Terjadi kecelakaan, Warga Kritisi kinerja Polsek Ciruas. 

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 6181 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG - Lalu lintas sebagai akses transportasi masyarakat seharusnya menjadi media perjalanan yang aman dan nyaman.  Kenyamanan dan kemanan itu tentunya didukung dengan kerja keras aparat pengatur lalu lintas.  Sehingga masyarakat dapat menikmatinya dengan aman dan nyaman.  

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan keadaan lalu lintas tepatnya di perempatan lampu merah kec.  Ciruas Serang Banten.  Sudah bertahun -tahun warga yang melewati perempatan lampu merah ciruas ini berhadapan dengan arogansi pengendara motor,  mobil, angkutan umum,  truck,  kontener bahkan acapkali terlihat pengendara mobil dinas yang sengeja menerobos lampu merah di perempatan lampu merah Ciruas.  

Keadaan lalu lintas di lampu merah Ciruas seolah menjadi tontonan mengerikan. Pasalnya ada banyak kecelakaan yang terjadi di lampu merah Ciruas ini. Kesaksian warga sekitar juga turut membenarkan atas kecelakaan itu.  

Menurut warga di tahun 2016 ini ada sekitar 7 kali kecelakaan yang hampir merenggut nyawa pengendara.  Baik motor maupun mobil.  Angka kecelakaan ini dinilai warga akibat dari keterlambatan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.  

Lampu merah di perempatan Ciruas sudah banyak menuai kritik pedas dari masyarakat.  Sebab,  lampu merah yang hanya berjarak 10 meter dari polsek Ciruas ini tidak mendapatkan pengawasan maksimal dari pihak Kepolisian sektor Ciruas. 

Kami sangat menyayangkan kepada instani terkait atas keterlambatanya dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai aparat pengatur lalu lintas. Kami memohon kepada pihak polsek Ciruas dan polres Serang untuk turun  tangan membenahi melakukan pengawasan secara teratur, agar masyarakat yang melintasi lampu merah di perempatan Ciruas menjadi aman terkendali.  Tutur hery salah seorang warga Ciruas kepada Bantenku.com(28/10/2016)

Jarkasih seorang tukang ojeg di daerah Ciruas juga mengingankan adanya tindakan tegas dari kepolisian Ciruas dan Polres Serang terhadap para pengendara yang melanggar lalu lintas.  Bukan hanya itu Jarkasih berharap kepolisian sektor Ciruas menangkap para sopir truk milik perusahaan yang ada di daerah Cikande, Kragilan,  yang sengaja melakukan pelanggaran lalu lintas.  Saya berharap polsek Ciruas dan polres Serang memahami betul keadaan warga yang banyak mengeluhkan masalah pengendalian lalu lintas.  Pungkasnya. 

Polsek Ciruas enggan mengomentri masalah ini.  Pihaknya berdalih masyarakatnya saja yang tidak mau berkendara secara tertib dan teratur.  

(Ido/Red)



KOMENTAR DISQUS :

Top