Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Sejumlah Mahasiswa Geruduk Pemkab Serang Desak Satgas Ciujung Bersih

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 343 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Tiga orang mahasiswa yang mengaku tergabung dalam fraksi Ciujung mendatangi pendopo Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang sedang menerima kunjungan rombonhan komisi II DPR RI, Senin (20/7/2020). Kedatangan masyarakat tersebut untuk meminta Pemkab Serang membuat langkah kongkrit menangani pencemaran sungai Ciujung dengan membuat satgas Ciujung bersih.

Para mahasiswa tersebut datang sembari membeberkan spanduk dan pamflet yang berkenaan dengan pencemaran Ciujung di belakang bupati Serang dan ketua Komisi II DPR RI yang sedang melakukan doorstop dengan wartawan. Aksi nekat tersebut sempat dihalau oleh satpol PP yang berjaga di pendopo Bupati Serang. Namun kemudian para mahasiswa tersebut dipanggil oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk duduk bersama dan menghadirkan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sri Budi Prihasto.

Anggota aktivis lingkungan Fraksi Ciujung Rido Rivaldi mengatakan, kedatangannya ke Pemda hanya ingin meminta bukti kongkrit terkait penanganan Sungai Ciujung. "Segera buat satgas untuk tangani Ciujung. Apa susahnya buat seperti Jabar Citarum harum kita buat Ciujung bersih," ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di pendopo Bupati Serang.

Ia menilai selama ini pemerintah Kabupaten Serang belum optimal menangani masalah pencemaran Ciujung tersebut. Sebab pihaknya mengaku sudah berulang kali audiensi, aksi hingga turun kelapangan. Namun realitanya kondisi Ciujung tetap tercemar. "Intinya kami ingin bukti kongkrit," ucapnya.

Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan Ciujung ini merupakan pekerjaan rumah panjang. PR yang menjadi persoalan ke belakang, dimana Ciujung tidak bersih lagi seperti dulu kala. "Kami berupaya industri tertib aturan. Karena kewenangan tidak semua ada di pemkab, ada juga di pusat dan provinsi misal ada bakumutu. Mereka (industri) diperiksa DLH ketika mau digelontorkan limbah olahan harus melalui IPAL. Jika tidak mereka ada yang sampai dibawa ke meja hijau. Pertanggungjawaban kami hanya sampai sebatas itu," ujarnya.

Hanya saja kata dia, persoalan Ciujung saat ini debit airnya tidak sebagus dulu. Mungkin lanjutnya, dari hulu mulai dari Lebak sering kali debit airnya sudah berkurang. Sehingga ketika ada limbah yang digelontorkan ke sungai walau sudah sesuai bakumutu yang menjadi kewenangan pemkab dan bercampur dengan debit air yang sedikit jadi tidak sebanding. "Ini sungai kewenangan balai besar. Kita duduk bersama dari mahasiswa, perguruan tinggi, kami sangat berharap perguruan mengawal program pemda. Karena personil dinas terbatas. Kami sangat memerlukan mereka termasuk didalamnya mahasiswa," tuturnya.

Disinggung soal keinginan untuk membentuk satgas Ciujung bersih, Tatu mengatakan menyambut baik dan selama ini selalu membuka diri. Seperti halnya di Tanara disana dibuat Ciujung Institut. "Itu diajak bersama. Terus ada masukan dari masyarakat ingin terlibat dalam pembahasan pesisir dan pulau kecil di pemprov karena mereka suaranya merasa tidak terwakili, saya buatkan SK dari Pemda dan masyarakat sama sama memberi masukan ke DPRD provinsi. Kita sangat terbuka kalau ada masyarakat yang ingin bergabung beri masukan. Karena saya berharap masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan ini tahapan demi tahapan ini," tuturnya.

Hanya kata dia, jika aspirasi disampaikan dengan cara semacam yang dilakukan hari ini dirinya mengaku sedikit keberatan. "Kalau dengan cara cara tidak duduk bersama saya keberatan karena bukan solusi yang keluar tapi malah saling emosi, misal menuduh pemda tidak berbuat apa apa. Kalau dituduh begitu tidak terima karena tidak mungkin tidak berbuat apa apa, semua tercatat rekord ada di DLH. Kalau mau cari solusi ayo duduk bersama disini," katanya.


[Sh/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top