Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Relawan Brantas & Komunitas Ayo Bergerak Sambangi Dua Bersaudara Yatim Piatu Tinggal Rumah Tak layak Huni

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 3045 Pengunjung

BantenKu, SERANG – Sebuah rumah yang tak layak huni berisi hanya dua laki-laki bersaudara yatim piatu semenjak kecil warga kampung Baros Desa Pasirwaru Kecamatan Mancak, kabupaten Serang provinsi Banten. Terpaksa hidup mandiri tanpa kedua orang tua di rumah yang jauh dari kata layak. Surdada (25) adik dari Jastari (30) setiap hari harus berkeliling mencari warga yang membutuhkan tenaganya. Surdada sering dimintai tolong oleh warga untuk membantu mencari kayu bakar, dan sebagainya.

Hidup serba keterbatasan dialami setiap harinya, Ibu yang seharusnya menjadi tempat bermanja dan berkeluh kesah sang anak telah lama meninggal dunia. Ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga pun telah meninggal dunia beberapa puluh tahun silam.

Anak sulung yang perempuan sudah tinggal terpisah dari dua bersaudara karena sudah menikah dan ikut dengan suaminya, mendengar kondisi tersebut relawan dari BRANTAS dan Komunitas Ayo Bergerak menyempatkan menyambanginya ke rumahnya dan membawa sedikit sembako, Senin (26/10/2020).

"kami dapat info dari media sosial, ternyata inilah kondisi kedua kakak beradik itu. Ternyata rumah yang mereka tempati sangat tidak layak untuk ditempati. Hanya berlantai tanah, dinding yang berlubang dan tiang penahan atap sudah miring dan hampir roboh. Sehingga harus diberi tambahan kayu balok agar tidak roboh. Saya kira dari sekian ini yang menjadi prioritas yang harus dibantu dan mendapat perhatian dari Pemerintah,"kata luky selaku relawan Brantas dan Komunitas Ayo Bergerak.

Walapun kakak beradik ini termasuk orang yang mengalami gangguan kejiwaan, namun merupakan bagian kecil yang harus dibantu."Tapi yang lebih penting mensupport dari segi pangan dan papan. Walau mengidap gangguan jiwa, tapi kakak beradik ini harus dikasih bantuan dan dimasukan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) karena mereka pun butuh makan" ungkapnya.

Dengan kondisi rumah yang tidak ada Mandi Cuci Kakus (MCK) dan hanya beralaskan tanah. "Pemkab bantu untuk yang cepat untuk prioritas dulu seperti tempat tidur yang layak tempat mandi dan dapur, karena mereka butuh kepantasan selaku warga Serang," jelasnya.

Kami juga mengapresiasi atas kepedulian warga sekitar ketika tidak ada makan tetangganya selalu hadir membantunya."Pernah mereka tidak makan dan atas kesadaran tetangganya dikasih makan, saya terimakasih atas kepedulianya dan disini pemerintah juga harus hadir,"ujarnya

Ibu Ida selaku tetangganya dengan mengatakan mohon kepada pihak terkait orang tidak mampu yang harus kita bantu yang sama sekali belum dapat bantuan apa-apa dan keadaannya sangat memperihatinkan. “Mohon kepada pihak terkait bantuannya mudah-mudahan bisa dibantu segera. Apalagi kalo musim hujan, bisa-bisa nimpa orangnya yang tinggal disini. Mudah-mudahan aja segera dibantu, di lokasi ini cuma ini doang yang belum terbantu pemerintah. Kalo dari pemerintah kabupaten serang juga belum dapat bantuan apa-apa” ucapnya.

“Disini ada 2 orang laki-laki, mudah-mudahan cepat dapat bantuannya, kalau buat makan bisa cari sehari-hari dari tetangga, namun kasihan tempat tinggalnya hampir roboh apalagi ini  musim hujan, musim angin kencang”ujarnya.

“Kalo malam tidur disini sendiri, yang satunya tidak tahu tidur dimana, kadang diteras depan rumahnya dan pos ronda” Ungkapnya.

Saat relawan datang ke kantor desa Pasirwaru, Masyadi selaku staf desa mengatakan dua bersaudara tersebut alami gangguan jiwa, untuk pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk. Pihak desa juga tidak diam saja, kami upayakan. Namun untuk data pendukung dari kepala rukun tetangganya susah, seperti ijazah, dan raport sebagai pendukung untuk pembuatan kartu keluarga.

“Untuk pengajuan bedah rumah, saya sudah ajukan. Namun sulit, karena tidak lengkapnya administrasi data. Sedangkan bedah rumah itu harus detail dan persyaratan harus lengkap. Berhubung saya kesulitan di masalah data, terus terang kalo ada yang bantu saya berterima kasih sekali untuk bantuan beras” Ungkapnya.

Perihal pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga, masyadi mengungkapkan bahwa sekarang juga pihak RT sudah konfirmasi, kalau data itu sudah ada dari sekolahan nomor induknya. Karena kedua orangtuanya belum pernah punya kartu keluarga.”Ucapnya



[Irul/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top