Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Rawan Di Tolak Warga KPU Kabupaten Serang Gencar Sosialisasi Coklit Data Pemilih

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 448 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Pelaksanaan pencocokan dan penelitian atau coklit data pemilih di pemilihan kepala daerah Kabupaten Serang Banten, menjadi tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara. Pasalnya gelombang penolakan dari masyarakat terhadap kegiatan coklit ini masih marak di jumpai di lapangan.

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Serang  terus gencar melakukan sosialisasi persiapan menghadapi pelaksanaan pilkada serentak 2020, salah satunya dengan menggelar bimbingan teknis pemutahiran data pemilih, acara tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatana Kragilan Kabupaten Serang,Banten (6/7/2020).

Kegiatan bimbingan teknis pemutakhiran data ini tidak hanya melibatkan unsur panitia penyelenggara melainkan hingga jajaran perangkat desa serta  unsur TNI seperti Babinkamtibas dan Babinsa Kragilan.

Ketua KPU Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengatakan tantangan terberat petugas di lapangan dalam kegiatan pencocokan dan penelitian ini tidak hanya penyebaran wabah Covid-19, melainkan masih maraknya gelombang penolakan dari masyarakat.

Abidin menambahkan  “penolakan yang di lakukan oleh masyarakat merupakan buntut dari penolakan rapid test, sehingga salah satu strategi yang di lakukan oleh nya untuk mengantisipasi terjadinya aksi penolakan ini yakni dengan melibatkan unsur aparat desa serta TNI dan POLRI.

Pihaknya berharap masyarakat dapat kooperatif serta dapat membedakan antara kegiatan coklit dan rapid tes, sehingga data pemilih ini akurat dan pelaksanaan Pilkada 2020 dapat berjalan aman dan sesuai rencana.


[Mahesa/Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top