Senin, 30 Januari 2023 |
21:04 wib: STIH Painan Serang Gelar Launching dan Webinar dengan Tema Dinamika Upah Buruh Paska Terbitnya Perppu Cipta Kerja 23:58 wib: Pengguna Aplikasi Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang, Pengguna Jasa Kapal Ferry Terus Meningkat 20:31 wib: Guyub Pimpinan Daerah Se-wilayah Banten Bersama Dangrup 1 Wujud Semua untuk Rakyat 17:40 wib: Gelar Ngopi Bareng, Dangrup 1 Kopassus Ajak Wartawan Membantu Masyarakat 10:10 wib: Bupati Serang Siapkan Multiprogram Atasi Dampak PHK 18:55 wib: Banjir Suralaya, Sekda Perintahkan PU Rutin Rawat Gorong-gorong 17:51 wib: Bupati Serang Launching Pelayanan Desa Berbasis Digita 08:41 wib: Jawara Banten Kumpul di Grup 1 Kopassus. Ada apa? 18:25 wib: Festival Kebudayaan Tanara Perkuat Wisata Religi Kabupaten Serang 18:29 wib: Layanan Arus Balik Gilimanuk - Ketapang dan Bakauheni - Merak Cenderung Sepi, Pengguna Jasa Dihimbau tetap Waspada Cuaca Ekstrim dan Beli Tiket Online

Ratusan Orang Tertunda Jadi Duda dan Janda Efek Corona

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 3654 Pengunjung

Bantenku, SERANG - Pelayanan publik di Kabupaten Tangerang dibatasi selama virus corona atau Covid-19 masih mewabah, tak terkecuali sidang perceraian di Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Per 1 April 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan, institusi tersebut menunda seluruh persidangan. Dampaknya, sekitar 800 gugatan perceraian tertunda putusannya.

Humas Pengadilan Agama Tigaraksa Aspas menuturkan, berdasarkan data pihaknya, ada sebanyak 800 pasangan suami-istri yang mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigarakasa. Dengan ditundanya seluruh persidangan tersebut, ratusan pasangan suami-istri belum bisa disidangkan.

“Benar ratusan pasangan suami-istri yang mengajukan cerai, belum bisa diputuskan, karena seluruh persidangan ditunda sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Sementara, Kepala Pengadilan Agama Tigaraksa Sodikin menuturkan, kebijakan menunda persidangan, karena adanya peraturan pembatasan sosial berskala besar yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, untuk pencegahan penyebaran dan meminimalisir risiko penularan virus corona atau Covid-19.
Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan juga menunda seluruh persidangan.

“Penutupan sementara PTSP dan persidangan ini dimulai Rabu (1/4/2020), hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya.
Namun demikian, lanjut dia, penutupan layanan PTSP dan persidangan tersebut, bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

“Perlu dicatat, bahwa kebijakan ini (penutupan) bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi,” ujarnya.

[Kha/Red]


KOMENTAR DISQUS :

Top