Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

Puskesmas Puloampel Tingkatkan Program Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1442 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, SERANG- UPT Puskesmas kecamatan Puloampel terus menggalakan kemitraan bidan dengan dukun bayi di wilayah kerjanya, hal tersebut disampaikan oleh Khaerudin Kepala Puskesmas Puloampel saat memimpin upacara rutin pegawai dan staf di halaman Puskesmas, Senin(01/04).

Dalam sambutannya plt Puskesmas Puloampel Khaerudin menjelaskan untuk kegiatan yang dilaksanakan di puskesmas Bojonegara pada Selasa(02/04/2019) lebih menitikberatkan pada peran Bidan dan dukun bayi dalam hal pelaksanaan kemitraan bidan dengan dukun, hal tersebut merupakan bentuk kerja sama bidan dengan dukun yang saling menguntungkan.

Dijelaskannya, bahwa kemitraan bidan dan dukun bayi merupakan bentuk kerjasama bidan dengan dukun yang saling menguntungkan dengan prinsip keterbukaan, kesetaraan, dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

" Dengan adanya program tersebut diharapkan mampu tercipta prinsip keterbukaan,kesetaraan, dan kepercayaan dalam upaya untuk menyelamatkan ibu dan bayi," Ujar Khaerudin.

Oleh karena itu, lanjut Khaerudin kegiatan kemitraan ini tidak akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan jika tanpa adanya dukungan dari seluruh lintas sektor terkait seperti pelaksanaan pertemuan evaluasi kemitraan bidan dengan dukun bayi ini.

Hasil dari evaluasi kemitraan ini adalah dukun yang belum bermitra akan bermitra dengan bidan dan mematuhi komitmen yang telah disepakati bersama serta dukungan dari lintas sektor seperti kelurahan dengan melakukan pembinaan pada dukun bayi masing-masing kelurahan setiap 3 atau 6 bulan sekali, tambahnya.

"Dengan berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat antara bidan dengan dukun,serta melibatkan seluruh unsur/elmen masyarakat yang ada sehingga dicari suatu kegiatan yang dapat membuat kerjasama saling menguntungkan antara bidan dengan dukun bayi, dengan harapan dukun persalinan,akan berpindah dari dukun bayi ke bidan.

Dengan demikian,kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan resiko yang mungkin terjadi bila persalinan tidak ada di tolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten dengan menggunakan pola kemitraan bidan dukun,tutup Khaerudin.(Sahlani/Mahesa)



KOMENTAR DISQUS :

Top