Sabtu, 19 September 2020 |
18:49 wib: Punya Semangat, Kemenkop Apresiasi Pelaku UMKM di Kabupaten Serang 18:42 wib: Pelaku UMKM di Kabupaten Serang Didorong Buat Kepastian Hukum Kekayaan 15:17 wib: Edarkan Sabu Karyawan Swasta Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Kota 13:23 wib: Pemkot Serang Akan Bersinergi Program Dengan Dompet Dhuafa 19:52 wib: Dampingi DPR Kunker ke Waduk Sindang Heula, Wabup Pandji: Mimpi Masyarakat Terwujud 19:13 wib: Penuh Haru, Pemkab Serang Kembali Luncurkan Program Kuliah Gratis 13:02 wib: Polda Banten Terima Hibah gedung sambung dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk 12:53 wib: Kades Klutuk Tangerang Dicopot Terbukti Korupsi Dana Desa 12:21 wib: Abai Terhadap Perwal NO 36 Soal PSBB, Warga dan Karang Taruna Gerudug Wisata Kuliner Perhutani 11:45 wib: Cegah Covid 19 Polres Cilegon Semprot Disinfektan di Kota Cilegon

Program Pamsismas Diduga Bermasalah

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2037 Pengunjung

Bantenku,LEBAK- Aktivis P2LPB pemuda peduli Lingkungan pembangunan Banten menduga bahwa program pamsismas di Kab. Lebak yang menelan anggaran sekitar Rp 240 jt lebih setiap desa, dan di kab. Lebak yang mendapatkan pamsimas sekitar 30 Desa diduga bermasalah.

Disinyalir adanya pengiringan untuk pembelian pengadaan pipa paralon pada program pamsimas diduga tidak dibenarkan atau diduga bermasalah sehingga negara dirugikan.

Johan LSM P2LPB kepada Bantenku Senin (18/11) mengatakan bahwa hasil investigasi kami di lapangan bahwa KSM pada dasarnya tidak sepenuhnya berfungsi secara maksimal dikarenakan adanya penggiringan dalam pembelian viva paralon di salah satu tempat yang di arahkan oleh pihak Fasilitator

Pengakuan KSM Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan yang mendapatkan program Pamsimas  terkait kegiatan pamsimas kepada Kami ( P2LPB ) untuk pembelian viva  paralon di arahkan oleh pihak Fasililator ke salah satu pengusaha, sehingga terkesan adanya pengiringan katanya.

KSM tidak bisa berfungsi secara utuh atau maksimal dengan belanja sendiri atau mencari paralon yang dibutuhkan untuk kegiatan Pamsismas ke tempat lain kata johan

Sehingga diduga pada program pamsimas adanya penggiringan untuk pembelanjaan viva paralon oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab demi merauf keuntungan pribadi atau kelompok yang dapat menimbulkan terjadinya kerugian negara kata Johan 

Bahkan Deni selaku PPTK ( pejabat pelaksana teknis kegiatan ) Pamsimas pada Dinas PUPR Kab. Lebak kepada dirinya ( johan Red ) belum lama ini mengatakan dan mengakui, bahwa terkait pengiringan viva paralon oleh Fasilitator tidak di benarkan katanya

Untuk itu kami akan Kaji lebih dalam terkait penggiringan paralon pada program pamsimas di Kab. Lebak, dan jika terbukti bermasalah maka kami tidak segan segan akan melaporkan ke pihak penegak hukum tandasnya.(Aswapi Aman/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top