Selasa, 04 Agustus 2020 |
11:54 wib: Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Kegiatan Pengamanan Di Sepanjang Pantai Anyer 07:42 wib: Covid-19, Kereta Api Lokal Merak Rangkasbitung Belum Bisa Beroperasi Hingga Agustus 17:41 wib: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Lebaran Idul Adha Bagian Menguji Ketaqwaan 21:32 wib: Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi 12:44 wib: Dirlantas Polda Banten Paparkan Kesiapan Libur Idul Adha kepada Kakorlantas Polr 12:11 wib: 17 Produk UMKM di Kabupaten Serang Masuk Minimarket 18:41 wib: Wabup Dukung, Perank Gagas Gerakan Desa Bersih dari Narkoba 17:25 wib: Kapolda Banten Ajak Stakeholder Ciptakan Pilkada Serentak yang aman damai dan sejuk 09:43 wib: Satgas PEN Daerah Terbentuk, Polri Siap Dukung Program Pemerintah Guna Pulihkan Ekonomi Nasional 18:20 wib: 4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

PON 2020 Papua Belum Bisa Dipastikan Digelar

Publisher: Admin Web Dibaca: 595 Pengunjung

BantenKu, JAKARTA - Penyelenggaraan PON XX di Papua yang sedianya akan dilangsungkan pada Oktober-November 2020 kini berpotensi diundur akibat mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali pun saat ini belum bisa memberikan kepastian terkait nasib penyelenggaraan even multiolahraga nasional tersebut.

Sebelum ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah melakukan rapat dengan Komisi X DPR RI untuk membahas PON 2020 Papua. Dalam rapat tersebut, Komisi X DPR RI mendesak Kemenpora untuk menunda pelaksanaan PON 2020, mengingat situasi sedang tidak kondusif akibat Covid-19 yang berdampak ke banyak faktor. Seperti misalnya, pembangunan venue yang terhambat.

Usulan untuk menunda PON 2020 Papua juga datang dari KONI Pusat dan Daerah setelah mempertimbangkan berbagai hal. Bahkan, Gubernur Papua, Lukas Enembe, telah mengirimkan surat ke Kemenpora untuk mengkaji lagi penyelenggaraan PON 2020 di tengah situasi pelik ini.

Kendati demikian, Zainudin tidak bisa memberikan keputusan akhir. Sebab, keputusan ditunda atau tidaknya penyelenggaraan PON 2020 berada di tangan Presiden RI, Joko Widodo. Maka dari itu, dalam waktu dekat, akan diadakan rapat kabinet dengan Presiden untuk membahas nasib PON 2020 Papua.

“Penentuan PON diputuskan melalui rapat kabinet. Maka dari itu, kewajiban saya sebagai menteri melaporkan dulu ke bapak presiden dalam rapat kabinet dan itu yang akan jadi keputusan. Kapan dilaksanakannya? Saya inginnya segera. Saya sudah meminta rapat terbatas kabinet untuk fokus membahas PON ini,” ujar Zainudin dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2020).

“Dengan adanya wabah Covid-19, maka pengerjaan (besarnya) di sana terhenti. Sebagian dari pekerja-pekerja yang melakukan pembangunan venue dan penginapan-penginapan itu berasal dari luar Papua, sehingga mobilitasnya terganggu,” lanjutnya.

“Saya sudah mendapat surat dari Gubernur Papua. Di dalam surat itu, meski tidak tegas minta penundaan, namun ditulis mohon pertimbangannya. Sebab, konsentrasi seluruh sumber daya di Papua dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19,” tandas Zainudin.

PON merupakan multievent yang kerap melahirkan atlet-atlet berprestasi Tanah Air. Salah satu atlet yang merupakan jebolan PON adalah Boaz Solossa.

Setelah membela tim sepakbola Papua di PON 2004 Sumatera Selatan, Boaz mendapat kesempatan berseragam Tim Nasional Indonesia di Piala Tiger/AFF 2004. Padahal, kala itu Boaz tidak tercatat sebagai pesepakbola profesional alias belum memiliki klub.


sumber : http://sport.okezone.com

[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top