Jumat, 10 April 2020 |
18:15 wib: Infasing dan Serifikasi Belum Cair Akibat Data yang di Verval oleh Setiap Guru Terlambat 06:56 wib: Facebook Rilis Produk Baru, Tuned Aplikasi Chatting Khusus Pasangan 19:06 wib: Mentan Syahrul Cek Stok Pabrik Gula di Cilegon, 250 Ribu Ton Siap Di Pasaran 16:28 wib: PWI bekerjasama Dengan PT. Cahaya Technologi Unggas Bantu Masyarakat 16:12 wib: Terpeleset Santri Asal Kresek Tewas Di Kali Cidurian Kronjo 12:21 wib: Ratusan Guru Madrasah Non PNS Lebak Keluhkan Dana Sertifikasi dan Infasing Belum Turun 11:11 wib: Operasi Kalimaya 2020, Satlantas Polres Lebak Bagikan Masker Gratis 23:38 wib: Polda Banten Pasang Spanduk dan Baleho Himbauan Masyarakat Untuk Tidak Mudik Lebaran 23:04 wib: Belasan Wartawan Kota Serang Ikuti Rapid Test, Putus Rantai Virus Corona 22:55 wib: Polsek Cikande Amankan Pelaku Penusukan Karyawan Pabrik PT Nikomas

Polres Serang Kota Ajukan Visum Korban Pencabulan Guru SD

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 567 Pengunjung

Bantenku, SERANG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang Kota mengajukan visum korban dugaan pencabulan oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial A (50) di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, kepada pihak Rumah Sakit Umum dr. Dradjat Prawiranegara, Serang.

“Kami sudah mengajukan visum untuk 1 orang (korban). Menurut pengakuan tersangkap sejauh ini baru lima korban,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang Kota Ipda Budi Mulyana Senin (2/3/2020).

Sebelumnya, Polres Serang Kota menangkap satu guru SD yang mencabuli lima muridnya. Guru tersebut berinisial A dan ditangkap polisi Kamis (27/2/2020) sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Indra Feradinata mengatakan, A masih diperiksa secara intensif.

“Menurut pengakuan awal terduga pelaku, jumlah siswa yang dicabuli adalah 5 orang. Sekarang sedang kami periksa intensif di Polres Serang Kota,” kata Indra saat dikonfirmasi, Kamis malam.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top