Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

Peringatan Hardiknas 2022, Guru Honorer Berikan Penghargaan Kepada Dua Tokoh di Kota Tangerang

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 4158 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 adalah momentum pemulihan dan bergerak maju dalam hal pendidikan. Hal ini sesuai dengan tema Hardiknas 2022 yaitu "pimpin pemulihan, bergerak untuk merdeka belajar". Hardiknas yang sejatinya jatuh pada tanggal 02 Mei 2022, karena berbarengan perayaan Idul Fitri 1443 H, maka secara nasional "diundur" peringatannya pada hari ini, 06 Mei 2022.


Dalam rangka peringatan tersebut, para guru-guru honorer yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Guru Honorer Se-Kota Tangerang menggelar refleksi dan pemberian penghargaan (Award) kepada dua tokoh yang dinilai berjasa dan memiliki dedikasi tinggi dalam membela dan memperjuangkan "nasib", baik status maupun kesejahteraan guru honorer, terutama di Kota Tangerang dan Provinsi Banten.


Dua tokoh tersebut adalah *H. Ahmad Jazuli Abdillah,* Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Demokrat dari Dapil Kota Tangerang, dan *Eni Handayani, S.Pd. S.Si.* Seorang guru honorer berprestasi juga instruktur profesional yang baru diangkat menjadi ASN P3K. Keduanya dinilai berjasa selama ini aktif berjuang dan mendampingi tenaga honorer (guru) dalam memperjuangkan status dan kesejahteraan sampai sekarang.


H. Ahmad Jazuli Abdillah (Jazuli) yang kebetulan sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Banten bukanlah sosok asing di dunia aktivis dan pendidikan, ia adalah sosok penggerak yang gigih memperjuangkan "status guru" khususnya para guru honorer. Salah satu upaya hebat pada tahun itu adalah memfasilitasi para guru honorer di Kota Tangerang mengikuti try out dan pelatihan ujian seleksi PPPK. Bang Jazuli, biasa akrab dipanggil, bukan hanya memfasilitasi tapi juga menyediakan trainer dan pelatih terbaik agar para guru mampu menghadapi ujian seleksi PPPK. Hampir 400 orang lebih guru yang ikut kegiatan tersebut. Alhamdulillah 90% peserta lulus seleksi PPPK. Kemudian, ia beberapa kali mendampingi para tenaga honorer memperjuangkan aspirasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPANRB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Komisi II dan Komisi X DPR RI. Perhatiannya juga pada urusan diluar pendidikan, seperti membantu para honorer mendapatkan bantuan sosial (Bansos), pelayanan kesehatan dan lainnya.


Adapun Bu Eni Handayani, S.Pd. S.Si. adalah sosok guru teladan yang banyak memiliki prestasi baik di daerah maupun tingkat nasional. Belakangan ia intens menjadi narasumber dan intruktur pelatihan membekali ilmu bagi guru-guru honorer agar meningkatkan kompetensi SDM dan wawasan pengetahuan hingga bisa lulus dalam tahapan seleksi ASN PPPK yang sangat ketat.


Atas dasar inilah kami memberikan penghargaan (award) dan mengapresiasi keduanya di moment Hardiknas ini atas kiprah dan dedikasinya terhadap guru honorer.


Acara refleksi Hardiknas dan penganugerahan award di Resto Karinda ini juga disaksikan oleh Ketua Forum Guru Banten (FGB), Mayda Purnama, ST. beserta para pengurus lainnya.


Dalam sambutannya, Pak Mayda sangat salut atas digelarnya moment ini dan mengapresiasi Pak Jazuli, karena jarang ada sosok wakil rakyat yang sangat peduli terhadap nasib dan masa depan guru. Beliau bukan hanya hadir saat kampanye pemilu, tapi sudah terbiasa menjadi aktivitas hariannya menolong warga, terutama guru. Ini contoh sinergi komunikasi yang positif antara legislatif dengan pihak pendidik (guru).


[HER/RED]

KOMENTAR DISQUS :

Top