Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Penyuluhan Mahasiswa Apoteker UTA'45 Jakarta Di Puskesmas Sunter Agung1' Waspadai Hipertensi Kendalikan Tekanan Darah

Publisher: Admin Web Dibaca: 588 Pengunjung

Bantenku - Lebak. Mahasiswa Apoteker Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, telah melaksanakan penyuluhan di Puskesmas Sunter Agung 1 dengan memberikan pengetahuan dan penyuluhan kepada masyarakat,  bahwa hipertensi salah satu penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit lainnya jadi harus dikendalikan.ungkap Eka salah seorang mahasiswa ýang berperan aktip dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Eka menerangkan" Di Indonesia banyak penderita Hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Hipertensi juga salah satu faktor resiko untuk terjadinya stroke, serangan jantung,gagal jantung, dan merupakan penyebab utama terjadinya gagal jantung kronis. Gejala yang timbul bila terkena hipertensi yaitu sakit kepala, pendarahan dari hidung, pusing, sesak nafas, wajah kemerahan dan kelelahan. Faktor  penyebab yang sering terjadi yaitu konsumsi garam berlebih, stress, usia, obesitas, dan keturunan.

Hipertensi dapat dikendalikan dengan cara olahraga secara teratur, diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh, mengurangi asupan garam ke dalam tubuh, berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alcohol, perbanyak maknan yg mengandung kalsium,kalium dan magnesium, perbanyak makanan yg mengandung serat, hindari kebiasaan minum kopi berlebihan. Jika sudah terkena hipertensi dapat menggunakan obat-obat hipertensi seperti hidroklorotiazid, metildopa, klonidin dan reserpin, valsartan, kaptopril, prasosin, hidralasin. metoprolol, propranolol dan atenolol, nifedipin, diltiasem dan verapamil.

Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini masyarakat sadar akan bahayanya penyakit hipertensi sehingga penderita penyakit hipertensi di Indonesia bisa berkurang" pungkas Eka,(Gus.Red)


KOMENTAR DISQUS :

Top