Sabtu, 19 September 2020 |
18:49 wib: Punya Semangat, Kemenkop Apresiasi Pelaku UMKM di Kabupaten Serang 18:42 wib: Pelaku UMKM di Kabupaten Serang Didorong Buat Kepastian Hukum Kekayaan 15:17 wib: Edarkan Sabu Karyawan Swasta Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Kota 13:23 wib: Pemkot Serang Akan Bersinergi Program Dengan Dompet Dhuafa 19:52 wib: Dampingi DPR Kunker ke Waduk Sindang Heula, Wabup Pandji: Mimpi Masyarakat Terwujud 19:13 wib: Penuh Haru, Pemkab Serang Kembali Luncurkan Program Kuliah Gratis 13:02 wib: Polda Banten Terima Hibah gedung sambung dari PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk 12:53 wib: Kades Klutuk Tangerang Dicopot Terbukti Korupsi Dana Desa 12:21 wib: Abai Terhadap Perwal NO 36 Soal PSBB, Warga dan Karang Taruna Gerudug Wisata Kuliner Perhutani 11:45 wib: Cegah Covid 19 Polres Cilegon Semprot Disinfektan di Kota Cilegon

Penjelasan Dokter Tim Pemeriksaan Kesehatan Salah Satu Calon Walikota Cilegon Positif Covid 19

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 98 Pengunjung

BantenKu, CILEGON - Secara keilmuan Hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sampel yang diambil melalui swab bakal calon wali kota Cilegon Ratu Ati Marliati tetap dinyatakan positif Covid-19. Kata Anggota tim pemeriksa kesehatan, dr Rizki kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di RSUD Cilegon, Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tes Swab yang dilakukan oleh bakal calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati di dua Rumah Sakit berbeda pada Senin (7/9) dinyatakan positif Corona sedangkan berdasarkan hasil Swab pada Selasa (8/9) dinyatakan negatif Corona (COVID-19). Sehingga, hasil itu sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat Cilegon.

Rizki menyampaikan, secara keilmuan, jika ada dua hasil berbeda, maka yang diambil adalah hasil positifnya. Uraian itu sesuai pedoman penanganan Covid-19 yang telah diperbaharui oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Definisi confirm adalah ada hasil PCR yang positif di antara hasil yang negatif, dalam masa pandemi yang kita ambil adalah yang positifnya karena lebih banyak manfaatnya untuk pencegahan, penularan, dan treathment terhadap si pasien dibandingkan kita mengambil yang negatifnya," ujar Rizki.

"Walaupun ada kemungkinan yang namanya mesin yah bisa benar bisa salah tapi kesepakatan kita para ahli itu harus ambil yang positif untuk mencegah penularan dan jatuhnya si pasien dari kondisi yang sehat, buruk sampai meninggal," imbuhnya.

Rizki mengungkapkan, keputusan ahli itu diambil atas dasar pertimbangan kondisi dunia saat ini. Termasuk Kota Cilegon yang tengah dilanda pandemi Covid-19.

"Pasien yang sempat dinyatakan positif Corona hasil PCR dan tanpa gejala seharusnya diisolasi selama 10 hari. Hal itu sesuai dengan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kemenkes di pedoman revisi itu seperti itu," ungkapnya

Meski demikian kata Rizki, keputusan mengenai Bapaslon Ratu Ati Marliati harus dilakukan isolasi mandiri atau tidak. Itu tergantung keputusan panitia penyelenggara Pilkada Serentak 2020.

"Secara keilmuan seharusnya diisolasi, karena saya berbicara berdasarkan keilmuannya. Tidak ada tendensi apapun dan kepentingan apapun," pungkasnya.



[Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top