Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN BERKOMITMEN DALAM MENEKAN LAJU EPIDEMI HIV DAN AIDS

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 798 Pengunjung

Bantenku, LEBAK- 3560 penduduk Banten terjangkit pirus HIV informasi ini terungkap pada peringatan hari AIDS sedunia yang di selenggarakan di Stadiun Ona Rangkasbitung, Minggu  (13/12/17).

3.560 warga yang terpapar pirus HIV tersebar di delapan kabupaten dan kota, dengan rincian yang terjangkit penyakit HIV. Sebanyak 355 orang dan diantaranya telah meninggal dunia.
 
Hal ini di sampaikan Sigit wardoyo Kepala dinas kesehatan Provinsi Banten"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten, angka kumulatif temuan kasus HIV dan AIDS menunjukan peningkatan signifikan. Dimana hingga Agustus 2017 terdapat 3.560 kasus HIV dan 1.891 kasus AIDS,"katanya.

Menurut Sigit, sebanyak 355 orang diantaranya sudah meningal dunia. Data tersebut sebuah indikator keberhasilan pemerintah dalam mengungkap kasus HIV AIDS yang tersebar di Banten.

"Keberhasilan ini juga berkat kerjasama dan dukungan berbagai pihak sehingga menjadi daya dorong dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS mencapai hasil maksimal,"katanya

Lebih lanjut Sigit menjelaskan,upaya penanggulangan HIV AIDS agar
selaras dengan situasi dan kondisi  saat ini, diperlukan adanya kebijakan dan strategi yang disepakati oleh semua pihak baik sektor
pemerintah maupun swasta. Selain itu diperlukan juga partisipasi aktif dari seluruh
komponen masyarakat untuk bersama-sama bergerak dalam satu tujuan yaitu
pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.

"Untuk itu dicetuskan perlunya suatu peringatan untuk bisa menggerakkan masyarakat supaya bersatu dalam
menanggulangi semua permasalahan yang terkait dengan HIV AIDS
Hari AIDS Sedunia (HAS) yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap
tahunnya. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS
di seluruh dunia yang disebabkan oleh penularan HIV yang meluas.


Konsep tersebut digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS oleh pihak pemerintah, organisasi Internasional dan Lembaga sosial masyarakat di seluruh dunia.

"Tema Nasional untuk Hari AIDS Sedunia tahun 2017 adalah "Saya Berani, Saya
Sehatl" yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh
masyarakat terhadap HIV-AIDS dengan cara melakukan tes HiV dan melanjutkan dengan pengobatan ARV jika terdiagnosa HIV sedini mungkin,"katanya.

Lebih rinci Sigit menambahkan "Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini maka telah melakukan perlindungan terhadap
keluarga dan orang yang di sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat Lindungi
yang tersayang dari HiV menjadi SubTema HAS tahun 2017.

"Semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan
ARV dini maka hal ini dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi
HIV sehingga Indonesia dapat mencapai 3 Zero" yaitu (1) tidak ada infeksi baru
HIV, (2) tidak ada kematian akibat AIDS dan (3) tidak ada stigma dan Diskriminasi
untuk mencapai Eliminasi HIV pada 2030. Dan Pemerintah Provinsi Banten senantiasa berkomitmen untuk menekan laju epidemi
HIV dan AIDS,"pungkasnya.(Asol/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top