Jumat, 10 Juli 2020 |

Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1750 Pengunjung

Bantenku, LEBAK- Proyek Pembangunan Lapen dengan panjang (1km) L (2.5m) T (5cm) yang menyambungkan antara Kp.Cinanggoler ke kp.Cikadu Desa Panyaungan Kecamatan Cihara yang menelan anggaran 370 Juta lebih diduga asal jadi. fakta ini terbukti dengan  keadaan badan jalan  yang rusak parah hanya berselang beberapa bulan selesai PHO.

Menurut masyarakat sekitar Atoy warga Cinanggoler Tegal desa Panyaungan Kecamatan Cihara Kab.Lebak Banten Rabu (7/1/2020) mengatakan "heuuh bener eta saprak angges ge langsung alalajur kena hujan pertama turun ge,padahal teuaya mobil garede nu ngaliwat kadie" (ya benar semenjak selesai pengerjaan jalan itu langsung ancur hingga ketika hujan pertama turun padahal tidak ada mobil besar yang masuk ke arah jalan ini, Red) katanya.

Ditemui pihak dinas PUPR Kab.Lebak Anad yang diwakili oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), membenarkan bahwa pekerjaan tersebut dinilai kurang sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh dinas ini dibuktikan yang seharus material jalan tersebut terdiri dari pertama lapisan batu 10/20, pasir urug, batu 3/5,1/2, dan batu screaning ternyata tidak semua material tersebut terpasang terangnya.

Pihak dinas juga mengatakan dengan keadaan jalan yang dilaporkan pihak aktivis dan fakta yang ada, sangat menyayangkan pekerjaan tersebut amburadul dan sanksi terberatnya akan memblackliST perusahaan Cv.JILLAN KONTRAKTOR, dan saat ini sedang menunggu hasi keputusan dari pimpinan ujarnya.

Yudistira aktivis  Laskar Pemuda Peduli Pembangunan Banten mengatakan bahwa untuk ukuran kebutuhan aspal dengan panjang 1km yaitu memakai antara 8-10/100 meter namun diduga aspal tersebut tidak mungkin dipakai sebanyak itu katanya.

Kami menduga  tonk aspal tersebut adalah  aspal banci yang tidak sesuai dengan spek yang standar, sehingga jalan tidak tahan lama mudah terkelupas aspalnya.

Dengan begitu kami akan melakukan analis dan kajian terkait pembangunan tersebut, karena patut diduga adanya kerugian negara meskipun belum terbukti adanya tindak pidana Korupsi, dikarenakan azas hukum pidana menggunakan azas terbalik katanya.

" Bila perlu kami akan melakukan aksi unjuk rasa, meminta agar pihak CV. Jillan Kontraktor diBlack list, dan meminta kepada pihak PUPR untuk mempertanggung jawabkan atas lemahnya pengawasan yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara", ketusnya.

[Aswapi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top