Selasa, 04 Agustus 2020 |
11:54 wib: Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Kegiatan Pengamanan Di Sepanjang Pantai Anyer 07:42 wib: Covid-19, Kereta Api Lokal Merak Rangkasbitung Belum Bisa Beroperasi Hingga Agustus 17:41 wib: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Lebaran Idul Adha Bagian Menguji Ketaqwaan 21:32 wib: Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi 12:44 wib: Dirlantas Polda Banten Paparkan Kesiapan Libur Idul Adha kepada Kakorlantas Polr 12:11 wib: 17 Produk UMKM di Kabupaten Serang Masuk Minimarket 18:41 wib: Wabup Dukung, Perank Gagas Gerakan Desa Bersih dari Narkoba 17:25 wib: Kapolda Banten Ajak Stakeholder Ciptakan Pilkada Serentak yang aman damai dan sejuk 09:43 wib: Satgas PEN Daerah Terbentuk, Polri Siap Dukung Program Pemerintah Guna Pulihkan Ekonomi Nasional 18:20 wib: 4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

Pembangunan IPAL Puskesmas Puloampel Belum Maksimal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 2100 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, PULOAMPEL- Proyek pembangunan Pembuatan Instalansi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang berada di Puskesmas Puloampel Kecamatan Puloampel belum maksimal.

Pihak pelaksana pekerjaan dari PT. Cipta Muda Perkasa dianggap tidak sesuai target pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan IPAL sudah berlangsung 30 hari. pemasangan baja ringan belum maksimal.

Tak hanya itu, menurut keterangan salah satu mandor pekerja ketika di tanya dengan awak media bantenku kurdi mengaku belum ada pembayaran terhadap karyawannya.

Sementara itu, Plt Puskesmas Puloampel Khaerudin ketika ditemui bantenku, Selasa (02/07) mengaku kecewa dengan pembangunan IPAL, karena bangunan tersebut tidak layak seperti pemasangan baja ringan karna disini angin kencang karna pemasangan tidak kokoh dalam pemasangan tersebut seperti klem, penyangga siku terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaan.

" Tahapan sudah 50% namun pembangunan tersebut belum maksimal, program yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum ini dan di anggarkan dana Rp 199.146.000 Tahun Anggaran 2019," Ujar Eeng.

Dirinya juga menyayangkan pihak ketiga yang tidak pernah kordinasi dan konsultasi dengan pihak Puskesmas.

"Ada yang di rugikan salah satu warga yang menanam pisang yang di belakang Puskesmas mereka komplin terhadap kami (Puskesmas,Red) karena pisang belum ada ganti rugi tutup khaerudin.(Sahlani/Mahesa)

KOMENTAR DISQUS :

Top