Senin, 18 November 2019 |
18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan 11:57 wib: Brantas Lebak Desak Aparat Tegas, Truk Jalan Lalulintas By Pas Mandala Tercemar tanah merah

Pembangunan IPAL Puskesmas Puloampel Belum Maksimal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1260 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, PULOAMPEL- Proyek pembangunan Pembuatan Instalansi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang berada di Puskesmas Puloampel Kecamatan Puloampel belum maksimal.

Pihak pelaksana pekerjaan dari PT. Cipta Muda Perkasa dianggap tidak sesuai target pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan IPAL sudah berlangsung 30 hari. pemasangan baja ringan belum maksimal.

Tak hanya itu, menurut keterangan salah satu mandor pekerja ketika di tanya dengan awak media bantenku kurdi mengaku belum ada pembayaran terhadap karyawannya.

Sementara itu, Plt Puskesmas Puloampel Khaerudin ketika ditemui bantenku, Selasa (02/07) mengaku kecewa dengan pembangunan IPAL, karena bangunan tersebut tidak layak seperti pemasangan baja ringan karna disini angin kencang karna pemasangan tidak kokoh dalam pemasangan tersebut seperti klem, penyangga siku terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaan.

" Tahapan sudah 50% namun pembangunan tersebut belum maksimal, program yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum ini dan di anggarkan dana Rp 199.146.000 Tahun Anggaran 2019," Ujar Eeng.

Dirinya juga menyayangkan pihak ketiga yang tidak pernah kordinasi dan konsultasi dengan pihak Puskesmas.

"Ada yang di rugikan salah satu warga yang menanam pisang yang di belakang Puskesmas mereka komplin terhadap kami (Puskesmas,Red) karena pisang belum ada ganti rugi tutup khaerudin.(Sahlani/Mahesa)

KOMENTAR DISQUS :

Top