Jumat, 20 September 2019 |
15:46 wib: H Sanudin Melanjutkan 2 Periode Untuk Desa Salira 07:48 wib: PAD Rendah, Walikota Serang Sidak Dua Dinas 08:14 wib: Kembangkan Pariwisata, Genpi Kabupaten Serang Dikukuhkan 11:15 wib: Warga Bunut Kesal Suara Bising Mesin PT Sulfindo Adi Usaha 07:06 wib: Minta Izin Nikah Lagi, Suami Malah Babak Belur Dikeroyok Istri Pertama dan Kedua 09:45 wib: Relawan Rescue dan Ormas Brantas Banten Galang Dana Untuk Korban Kebakaran Baduy 10:47 wib: Brantas Desak Kejari Lebak Untuk Melakukan Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Korupsi RTLH 08:33 wib: Dorong Tersangka Baru Kasus Genset RSUD, Aktifis Anti Korupsi Kepung Kejati Banten 10:29 wib: Dewan Akan Kroscek Pembangunan Puskesmas Cirinten Yang Menelan Anggaran 1,4 Milyar Lebih 19:49 wib: H Sanudin Bakal Calon Kepala Desa Salira Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga

Pembangunan IPAL Puskesmas Puloampel Belum Maksimal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1106 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, PULOAMPEL- Proyek pembangunan Pembuatan Instalansi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang berada di Puskesmas Puloampel Kecamatan Puloampel belum maksimal.

Pihak pelaksana pekerjaan dari PT. Cipta Muda Perkasa dianggap tidak sesuai target pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan IPAL sudah berlangsung 30 hari. pemasangan baja ringan belum maksimal.

Tak hanya itu, menurut keterangan salah satu mandor pekerja ketika di tanya dengan awak media bantenku kurdi mengaku belum ada pembayaran terhadap karyawannya.

Sementara itu, Plt Puskesmas Puloampel Khaerudin ketika ditemui bantenku, Selasa (02/07) mengaku kecewa dengan pembangunan IPAL, karena bangunan tersebut tidak layak seperti pemasangan baja ringan karna disini angin kencang karna pemasangan tidak kokoh dalam pemasangan tersebut seperti klem, penyangga siku terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaan.

" Tahapan sudah 50% namun pembangunan tersebut belum maksimal, program yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum ini dan di anggarkan dana Rp 199.146.000 Tahun Anggaran 2019," Ujar Eeng.

Dirinya juga menyayangkan pihak ketiga yang tidak pernah kordinasi dan konsultasi dengan pihak Puskesmas.

"Ada yang di rugikan salah satu warga yang menanam pisang yang di belakang Puskesmas mereka komplin terhadap kami (Puskesmas,Red) karena pisang belum ada ganti rugi tutup khaerudin.(Sahlani/Mahesa)

KOMENTAR DISQUS :

Top