Rabu, 24 Juli 2019 |
16:24 wib: Peduli Sepakbola,FOPPSI Serang Gelar Kejurnas FOPPSI U-11 08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah

Pembangunan IPAL Puskesmas Puloampel Belum Maksimal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 889 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, PULOAMPEL- Proyek pembangunan Pembuatan Instalansi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang berada di Puskesmas Puloampel Kecamatan Puloampel belum maksimal.

Pihak pelaksana pekerjaan dari PT. Cipta Muda Perkasa dianggap tidak sesuai target pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan IPAL sudah berlangsung 30 hari. pemasangan baja ringan belum maksimal.

Tak hanya itu, menurut keterangan salah satu mandor pekerja ketika di tanya dengan awak media bantenku kurdi mengaku belum ada pembayaran terhadap karyawannya.

Sementara itu, Plt Puskesmas Puloampel Khaerudin ketika ditemui bantenku, Selasa (02/07) mengaku kecewa dengan pembangunan IPAL, karena bangunan tersebut tidak layak seperti pemasangan baja ringan karna disini angin kencang karna pemasangan tidak kokoh dalam pemasangan tersebut seperti klem, penyangga siku terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaan.

" Tahapan sudah 50% namun pembangunan tersebut belum maksimal, program yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum ini dan di anggarkan dana Rp 199.146.000 Tahun Anggaran 2019," Ujar Eeng.

Dirinya juga menyayangkan pihak ketiga yang tidak pernah kordinasi dan konsultasi dengan pihak Puskesmas.

"Ada yang di rugikan salah satu warga yang menanam pisang yang di belakang Puskesmas mereka komplin terhadap kami (Puskesmas,Red) karena pisang belum ada ganti rugi tutup khaerudin.(Sahlani/Mahesa)

KOMENTAR DISQUS :

Top