Senin, 20 Januari 2020 |
20:13 wib: Bertahun tahun Tidak Diperhatikan Pemkab Warga Malang nengah Kerja Bakti 08:40 wib: Walikota Serang Cek Kondisi Jalan Rusak di Kecamatan Curug 12:24 wib: Diduga Jadi Penyebab Banjir di Bojonegara, Pemkab Serang Segera Panggil Penambang 11:51 wib: Kapolda Banten Prioritas Penanganan Tambang Emas Ilegal di Lebak 12:52 wib: Rumah Warga Ambruk, Dihantam Angin Kencang 12:00 wib: 13 Nama Bersaing Rebut Kursi Bos BUMD Agrobisnis Banten 20:46 wib: Brantas Banten Minta Kapolda Banten Sapu bersih Penambang Liar di TNGH 16:49 wib: Pembangunan Lapen Jalan penghubung Kampung Cinanggoler diduga Bermasalah 14:53 wib: Brantas Kabupaten Serang Pertanyakan Kerja Dinas Kebersihan dan CSR Perusahaan 14:10 wib: Jembatan Suka Senang, Malingping Terbengkalai Dikritik Aktivis LPPB

Pembangunan IPAL Puskesmas Puloampel Belum Maksimal

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1484 Pengunjung
Foto : Bantenku.co.id

Bantenku, PULOAMPEL- Proyek pembangunan Pembuatan Instalansi Pengelolaan Limbah (IPAL) yang berada di Puskesmas Puloampel Kecamatan Puloampel belum maksimal.

Pihak pelaksana pekerjaan dari PT. Cipta Muda Perkasa dianggap tidak sesuai target pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan IPAL sudah berlangsung 30 hari. pemasangan baja ringan belum maksimal.

Tak hanya itu, menurut keterangan salah satu mandor pekerja ketika di tanya dengan awak media bantenku kurdi mengaku belum ada pembayaran terhadap karyawannya.

Sementara itu, Plt Puskesmas Puloampel Khaerudin ketika ditemui bantenku, Selasa (02/07) mengaku kecewa dengan pembangunan IPAL, karena bangunan tersebut tidak layak seperti pemasangan baja ringan karna disini angin kencang karna pemasangan tidak kokoh dalam pemasangan tersebut seperti klem, penyangga siku terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaan.

" Tahapan sudah 50% namun pembangunan tersebut belum maksimal, program yang bersumber dari Kementrian Pekerjaan Umum ini dan di anggarkan dana Rp 199.146.000 Tahun Anggaran 2019," Ujar Eeng.

Dirinya juga menyayangkan pihak ketiga yang tidak pernah kordinasi dan konsultasi dengan pihak Puskesmas.

"Ada yang di rugikan salah satu warga yang menanam pisang yang di belakang Puskesmas mereka komplin terhadap kami (Puskesmas,Red) karena pisang belum ada ganti rugi tutup khaerudin.(Sahlani/Mahesa)

KOMENTAR DISQUS :

Top