Sabtu, 08 Agustus 2020 |
23:26 wib: Program Jumat Barokah Kapolda Banten, Terus Bagikan Sembako ke Warga 13:36 wib: Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan 13:27 wib: Ati Wakil Walikota Cilegon Ajak Guru Bekerja Dengan Ikhlas 10:45 wib: Sambut HUT RI Ke-75, Mapolda Banten Di Hiasi Umbul - Umbul dan Bendera Merah Putih 17:27 wib: Arogan, Gubernur WH Larang Ikatan Keluarga Minang Gunakan Plaza Aspirasi 17:16 wib: September, BPS Kabupaten Serang Laksanakan Sensus Penduduk 2020 13:31 wib: Polda Banten Kembali Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja Di Tol Tangerang - Merak 12:50 wib: Pemkab Serang Sinergikan LKBA dengan Kampung Tangguh Polri 09:31 wib: Pemkot Cilegon Gelar Launching Inovasi Tahun 2020 10:49 wib: Wali Kota Serang Tinjau Pojok Baca di Tiga Titik Kota Serang

Pastikan Pilkada Aman KPU Kabupaten Serang Mou 3 Polres

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 798 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Serang yang dihelat 9 Desember 2020 mendatang aman dan damai, berbagai upaya dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Salah satunya, dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KPU dan 3 Polres. Yakni Kepolisian Resor (Polres) Serang, Polres Serang Kota, dan Polres Cilegon. MoU terkait pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Serang, Jum’at (17/7/20).

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, pihaknya melakukan rapat koordinasi yang dilanjutkan MoU. Dalam rapat tersebut dibahas kaitan tahapan pilkada 2020.

“Lalu bagaimana pengamanan, tentunya kami koordinasikaun situasi dan kondisi di lapangan kepada adhoc dan sebagainya apalagi kita melaksanakan pemilihan di musim pandemi,” ujarnya.

KPU bekerjasama dengan Polri dalam rangka mengamankan pilkada 2020. Menurut dia, pilkada bukan hanya menyangkut KPU melainkan semua stakeholder termasuk polisi didalamnya.

“Saya sampaikan tadi ada tiga K. Yaitu Komunikasi, Koordinasi dan ebersamaan. Untuk pilkada yang aman,” jelasnya.

Untuk Rapid Tes Penyelenggara Abidin menyebutkan, saat ini sebanyak 5.011 panitia pemungutan suara (PPS) dan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) masih dilakukan rapid tes hingga Sabtu 18 Juli 2020. Dari jumlah tersebut bagi yang kedapatan hasil tesnya reaktif langsung diganti dan dikoordinasikan dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 untuk penanganannya.

Abidin memastikan, untuk para penyelenggara saat ini sudah dibekali APD minimal level I yakni terdiri dari masker, hand sanitizer, dan thermogan. Pihaknya pun ingin memastikan semua PPDP dan pemilih dalam kondisi sehat.

“Kami sedang rapid tes di beberapa kecamatan serempak PPS dan PPDP total ada 5.011 orang,” terangnya.

Abidin mengatakan, saat ini dirinya belum mendapatkan hasil akhir terkait hasil rapid tes PPDP dan PPS tersebut, sebab tes tersebut masih dilakukan sampai Sabtu 18 Juli. Untuk hasil sementara ada beberapa petugas yang kedapatan reaktif hasil tesnya. Namun jumlah itu tidak banyak hanya satu dua orang saja.

“PPDP reaktif kita ganti. Kenapa diganti karena kita ingin penyelenggara sehat semua,” ucapnya.

Oleh karena itu kata dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinkes terkait penanganan yang reaktif seperti apa.

“Apakah diswab lalu karantina atau bagaimana itu gugus tugas ranahnya. Kami kerjasama dengan semua kenapa rapid tes karena memastikan semua KPU sehat semua,” tandasnya.

Sementara Kapolres Serang Kabupaten AKBP Mariyono mengatakan pada dasarnya dari MoU itu seluruh polres yakni Polres Serang, Serang Kota dan Kota Cilegon siap melaksanakan pengamanan seluruh tahapan pilkada Kabupaten Serang.

Untuk mengamankan pilkada, pihaknya sudah menghitung pasukan yang disiagakan. Namun jika melihat adanya penambahan TPS seperti disampaikan KPU, kemungkinan personel juga akan ikut bertambah.

“Seperti Polres Serang ada penambahan TPS dari 450 jadi 1.378 di 17 kecamatan,” imbuhnya.

Kemudian dirinya juga akan melakukan pemetaan khusus terkait potensi kerawanan pilkada 2020. Baik dari sisi kesehatan maupun kondisi Kamtibmas.

“Itu ada pemetaan khusus. Kita ada 17 kecamatan. Sedang proses (pemetaan) karena kita baru dapat lokasi untuk TPS penambahan 450. Nanti akan dijelaskan (indikator kerawanan) setelah melaksanakan pemetaan,” ujarnya.


[Mh/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top