Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

Pandemi Covid-19, Kesulitan Titipkan Tahanan Kejati Banten Bangun Rutan Sementara di Support PT KS

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 112 Pengunjung

BantenKU, SERANG -Kejasaan Tinggi (Kejati) Banten membangun ruang tahanan sementara. Pembangunan untuk para tersangka kasus yang ditangani kejaksaan tersebut merupakan bantuan dari perusahaan milik negara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Pembangunan ruang tahanan sementara tersebut memang ditujukan untuk mengatasi beragam masalah, temasuk over kapasitas Rutan-Lapas, serta masalah antisipasi penularan COVID-19 di masa pandemi sekarang ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten Asep Nana Mulyana mengatakan, pihaknya mengalami kesulitan untuk menitipkan para tahanan ke Rumah Tahanan (Rutan) selema proses penanganan perkara. Sementara Kejati Banten tidak memiliki ruangan untuk para tahanan.

Sebab, kata Asep, kapasitas Rutan yang ada di Provinsi Banten terbatas, terlebih, pada saat kondisi pandemik COVID-19 harus ada jarak antara tahanan sesuai aturan protokol kesehatan.

"Jadi ini awal dari kesulitan kami di lapangan apalagi masa COVID-19 (pandemik) selama ini kami kesulitan untuk menitipkan tahanan," kata Asep saat dikonfirmasi, Rabu (7/4/2021).

Asep menyampaikan, sejauh ini pihaknya pada saat hendak menitipkan para tersangka harus mencari terlebih dahulu Rutan mana yang mampu menampung. Disis lain, dia pun memahami kondisi tersebut karena kapasitas Rutan terbatas bahkan hingga ada yang over kapasitas.

"Itu kan tidak efektif sehingga kalau pemeriksaan kita panggil lagi ke Kejati, transportasi dan keamanan aksesibilitas mungkin beresiko," katanya.

Disampaikan, sejumlah Rutan yang menjadi tempat penitipan tahanan Kejati sejauh ini tidak ada yang menolak, namun, dengan penerapan persyaratan yang lebih ketat akibat pandemik COVID-19 menjadi kenadala di lapangan.

"Bukan penolakan artinya banyak syarat ketat dan memang persoalan standarisasi jadi ketika kami mau menitipkan tahanan kami tentu dengan syarat yang ketat," katanya.

Sementara, Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Silmy Karim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah support antara lembaga milik negara untuk memperlancar penanganan perkara di Lingkungan Kejati Banten.

"Ini bagian kontribusi KS untuk Kejati Banten bisa lebih baik lagi dalam hal penugasan penegakan hukum," katanya.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top