Selasa, 19 November 2019 |
13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

PAD Rendah, Walikota Serang Sidak Dua Dinas

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1092 Pengunjung
Foto : Bantenku

Bantenku, SERANG - Walikota Serang Syafrudin melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua dinas, dinas yang pertama yakni di Dinas Pertanian (Distan) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang. 

Syafrudin mengungkapkan bahwa, sidak kedua dinas ini berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ternyata, lanjut Syafrudin, didua dinas ini hampir sama pencapaian PAD-nya. "Distan capaiannya baru 16 persen dan Dishub baru mencapai 17 persen lebih," kata Syafrudin kepada wartawan seusai sidak di kantor Dishub Kota Serang, Selasa (17/9/2019).

Kemudian, untuk realisasi anggaran Syafrudin melihat realisasinya sudah bagus. Bahkan, kedua dinas ini sudah mencapai 50 persen. "Hanya, PAD saja yang masih kurang," jelasnya. 

Untuk itu, dengan PAD yang masih rendah ini, Syafrudin menekankan terutama kepada Distan dengan sudah adanya Peraturan Walikota (Perwal) yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dengan nilai dulu Rp 500 ribu perhektare dan sekarang sudah menjadi Rp 1.400.000 lebih. "Itu yang saya tekankan untuk ditindaklanjuti dan yang Dishub juga berkaitan dengan parkir yang kurang maksimal," katanya.

Terkait parkir juga, masih kata dia, secara teknis dimungkinkan belum intens dari petugasnya. "Saya berharap untuk jemput bola dan jangan menunggu dikantor,"

Kemudian, lanjut Syafrudin, untuk kendalanya seperti apa dan ada kebocoran atau tidak serta bagaimana keberadaan dilapangan. Sebab, kalau tidak jemput bola PAD terutama di parkir ini akan susah tercapai, karena saat ini masih jauh sekali. 80 persen lebih yang masih belum terealisasi. "Minimal di bulan September sudah 60 persen, ini baru 17 persen. Dari target 1,8 miliar di Dishub dan Distan 2,2 miliar," paparnya. (Don/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top