Kamis, 01 Desember 2022 |
15:27 wib: Porprov VI Banten 2022 Usai, Pj Gubernur Banten Al Muktabar : Cetak Atlet Berprestasi Menuju PON Sumut-Aceh 21:17 wib: Dindikbud Banten Pastikan Tak Ada Guru Honorer SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten yang Tak Dibayar 21:16 wib: Pabrik Pengelolaan Sampah BBJP Plant Pertama di Indonesia Diresmikan di Cilegon 09:38 wib: Dinsos Banten Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kampung Siaga Bencana 10:19 wib: Wabup Serang Harap KKP Kelas II Banten Tingkatkan Tangkal Penyakit Menular 12:19 wib: Dari Desa dan Pulau Terluar, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar Tangani Stunting 22:39 wib: Pembangunan Pengamanan Pantai di Sumur Pandeglang Rampung 22:27 wib: Tingkatkan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Banten Gencar Laksanakan Simulasi Kebencanaan 21:16 wib: Pj Gubernur Banten Raih Penghargaan Atas Upaya Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dari Kemenaker RI 19:09 wib: Pemprov Banten Kirim Bantuan dan Relawan Korban Gempa Cianjur

PAD Banten Capai 455 M Dalam Sebulan

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 12257 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG -  Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten pada periode Januari-April 2015 mencapai Rp 1,492 triliun, dari target Rp 4,954 triliun di tahun 2015 ini. Pada bulan April, realisasi PAD mencatatkan nilai sangat signifikan yakni sebesar Rp 455,994 miliar.

Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten, Awal Pasenggong, mengatakan, jumlah tersebut meliputi Pajak Kendaraan Baru (PKB) Rp 515,363 miliar, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 578.655 miliar, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Rp 265,639 miliar, dan Air Permukaan (AP) Rp 9,89 miliar, dan pajak rokok Rp 108 miliar.

Selain itu, realisasi PAD juga berasal dari pendapatan melalui pembayaran tunggakan atau denda sejumlah pajak di Provinsi Banten periode Januari-April 2015 yang mencapai Rp 15,277 miliar. Denda pajak tersebut meliputi PKB senilai Rp 14,84 miliar, BBNKB Rp 416 miliar, PBBKB 1,7 juta, dan AP Rp 19,3 juta.

“Jadi, dalam kurun waktu sebulan (pada April) PAD Banten mencapai Rp 455 miliar lebih,” katanya, kepada bantenku.com.

Ia menuturkan, denda paling besar bersumber dari denda PKB yang mencapai Rp 14,840 miliar atau 156,21 persen dari target Rp 9,5 miliar. Jumlah penerimaan denda pajak tersebut meningkat dari bulan sebelumnya.

“Sebelumnya sampai bulan Maret, jumlah penerimaan denda pajak senilai Rp 11,326 miliar atau bertambah Rp 3,951 miliar menjadi Rp 15,277 miliar di bulan April ini,” tuturnya.

Menurutnya, sumbangsih denda terhadap PAD Banten tersebut cukup besar karena sangat banyak wajib pajak yang menunggak pajak kendaraan bermotor. “Tentu saja karena banyak sekali masyarakat yang menunggak pajak, terutama pajak kendaraan,” ucapnya.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi dari penerimaan di 11 unit pelaksana teknis (UPT) dibawah DPPKD Provinsi Banten, yaitu Lebak, Malingping, Pandeglang, Cikande, Balaraja, Serpong, Ciputat, Cilegon, Serang, Cikokol, dan Ciledug.

“UPT Balaraja dengan jumlah realisasi penerimaan tertinggi yaitu senilai Rp 109 miliaran, diikuti Cikokol Rp 62 miliaran dan Ciputat Rp 59 miliaran,” katanya.(DHAN)

KOMENTAR DISQUS :

Top