Selasa, 20 April 2021 |
12:26 wib: Cegah Aksi Tawuran di Bulan Ramadhan, Polda Banten Rutin Lakukan Patroli 20:46 wib: Tatu-Emil Jalin Kerja Sama Bidang Pangan 16:30 wib: Unit Reskrim Polsek pulomerak bergerak cepat tangkap pelaku Pencurian 18:27 wib: Pemkab Serang Awasi Keberadaan Warga Negara Asing 14:53 wib: Bupati Serang Ajak Komunitas Mobil Promosikan Objek Wisata di Medsos 14:10 wib: Dibulan Puasa Ramadhan, Kemenag Banten Minta Warga Patuhi Prokes Tarawih di Masjid 17:36 wib: P2WKSS, Pemkab Serang Fokus Tangani Dua Desa di Padarincang 17:27 wib: KLHK: PLTU Jawa 9&10 Bija Jadi Role Model Pembangkit Ramah Lingkungan 17:17 wib: Wali Kota Serang Hadiri Launching Pembayaran SPPT-PBB Dengan Sampah Anorganik 16:19 wib: PMI Banten Apresiasi Pendonor Darah Sukarela

Oknum Perusahaan Inti Jadi Biang kerok, Semrawutnya pola kemitraan peternakan ayam di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 12166 Pengunjung
Foto : Ilustrasi

Bantenku.com, SERANG - Ormas DPP B'rantas Banten menuding adanya permainan manipulasi data hasil budidaya peternak yang dilakukan oleh oknum Perusahaan inti agar mendongkrak penghasilan sejumlah peternak rakyat atau plasma di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

Menurut  Aris Munandar Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Ormas B'rantas Banten, menjelaskan kekisruhan dan manipulasi data dalam proses produksi di kandang peternak rakyat disebabkan oleh permainan oknum petugas peninjau lapangan dari perusahaan inti, yang mengakibatkan kurang stabilnya kualitas yang  DOC (Day Old Chick), dan pakan yang di terima oleh peternak. " Ujar Aris Kepada Bantenku.com( 05/09/16)

Aris menjelaskan kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berkesan adanya pembiaran dari para pimpinanan-pimpinan perusahaan  tersebut. " hal ini secara tidak langsung membuat populasi hasil budidaya dan kualitas barang jadinya sulit dikendalikan dan berdampak pada anjlok harga jual produk jadinya di pasaran". Ujar Aris

Sementara itu saat tim Investigasi media Bantenku.com mengkonfirmasi kondisi tersebut kepada Tigor pimpinan janu putro farm, " dirinya berkelit bahwa hal tersebut adalah tangung jawab individu per individu, dan seakan mengiyakan kondisi tersebut dengan alasan guna mempertahankan perputaran barang dan uang selama satuan periode tertentu ". Kata Tigor

Kondisi tersebut dinilai mengabaikan dampak-dampak yang lebih besar dan masif, seperti penurunan dedikasi petugas peninjau lapangan, merubah karakter peternak menjadi pemain data bukan pembudidaya, dan kualitas serta harga di pasar yang menjadi lebih tidak stabil.(Yho/Red)



KOMENTAR DISQUS :

Top