Selasa, 16 Juli 2024 |
10:03 wib: DPRD Provinsi Banten Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1446 Hijriyah 15:19 wib: Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Tahun 2024 18:11 wib: Bimbingan Keterampilan Bagi Bekas Warga Bina Lembaga Pemasyarakatan 16:47 wib: DP3AKB Kota Cilegon Mengucapkan Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H/ 2024 M 16:45 wib: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Mengucapkan Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1445 H/ 2024 M 13:59 wib: DPRD Kota Cilegon Mengucapkan Hari Raya Idul Adha 1445 H/ 2024 M 11:25 wib: Humas Pemerintah Kota Serang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M 20:25 wib: Bapenda Catat Pendapatan Sektor PKB Melalui E-Samsat Capai Rp 45,22 Miliar 14:18 wib: DPRKP Banten Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Biopori 19:40 wib: DPRD Provinsi Banten Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024

Oknum Perusahaan Inti Jadi Biang kerok, Semrawutnya pola kemitraan peternakan ayam di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 23849 Pengunjung
Foto : Ilustrasi

Bantenku.com, SERANG - Ormas DPP B'rantas Banten menuding adanya permainan manipulasi data hasil budidaya peternak yang dilakukan oleh oknum Perusahaan inti agar mendongkrak penghasilan sejumlah peternak rakyat atau plasma di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

Menurut  Aris Munandar Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Ormas B'rantas Banten, menjelaskan kekisruhan dan manipulasi data dalam proses produksi di kandang peternak rakyat disebabkan oleh permainan oknum petugas peninjau lapangan dari perusahaan inti, yang mengakibatkan kurang stabilnya kualitas yang  DOC (Day Old Chick), dan pakan yang di terima oleh peternak. " Ujar Aris Kepada Bantenku.com( 05/09/16)

Aris menjelaskan kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berkesan adanya pembiaran dari para pimpinanan-pimpinan perusahaan  tersebut. " hal ini secara tidak langsung membuat populasi hasil budidaya dan kualitas barang jadinya sulit dikendalikan dan berdampak pada anjlok harga jual produk jadinya di pasaran". Ujar Aris

Sementara itu saat tim Investigasi media Bantenku.com mengkonfirmasi kondisi tersebut kepada Tigor pimpinan janu putro farm, " dirinya berkelit bahwa hal tersebut adalah tangung jawab individu per individu, dan seakan mengiyakan kondisi tersebut dengan alasan guna mempertahankan perputaran barang dan uang selama satuan periode tertentu ". Kata Tigor

Kondisi tersebut dinilai mengabaikan dampak-dampak yang lebih besar dan masif, seperti penurunan dedikasi petugas peninjau lapangan, merubah karakter peternak menjadi pemain data bukan pembudidaya, dan kualitas serta harga di pasar yang menjadi lebih tidak stabil.(Yho/Red)



KOMENTAR DISQUS :

Top