Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Oknum Perusahaan Inti Jadi Biang kerok, Semrawutnya pola kemitraan peternakan ayam di Banten

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 12621 Pengunjung
Foto : Ilustrasi

Bantenku.com, SERANG - Ormas DPP B'rantas Banten menuding adanya permainan manipulasi data hasil budidaya peternak yang dilakukan oleh oknum Perusahaan inti agar mendongkrak penghasilan sejumlah peternak rakyat atau plasma di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

Menurut  Aris Munandar Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Ormas B'rantas Banten, menjelaskan kekisruhan dan manipulasi data dalam proses produksi di kandang peternak rakyat disebabkan oleh permainan oknum petugas peninjau lapangan dari perusahaan inti, yang mengakibatkan kurang stabilnya kualitas yang  DOC (Day Old Chick), dan pakan yang di terima oleh peternak. " Ujar Aris Kepada Bantenku.com( 05/09/16)

Aris menjelaskan kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan berkesan adanya pembiaran dari para pimpinanan-pimpinan perusahaan  tersebut. " hal ini secara tidak langsung membuat populasi hasil budidaya dan kualitas barang jadinya sulit dikendalikan dan berdampak pada anjlok harga jual produk jadinya di pasaran". Ujar Aris

Sementara itu saat tim Investigasi media Bantenku.com mengkonfirmasi kondisi tersebut kepada Tigor pimpinan janu putro farm, " dirinya berkelit bahwa hal tersebut adalah tangung jawab individu per individu, dan seakan mengiyakan kondisi tersebut dengan alasan guna mempertahankan perputaran barang dan uang selama satuan periode tertentu ". Kata Tigor

Kondisi tersebut dinilai mengabaikan dampak-dampak yang lebih besar dan masif, seperti penurunan dedikasi petugas peninjau lapangan, merubah karakter peternak menjadi pemain data bukan pembudidaya, dan kualitas serta harga di pasar yang menjadi lebih tidak stabil.(Yho/Red)



KOMENTAR DISQUS :

Top