Kamis, 23 Mei 2019 |
14:33 wib: FKUI SBSI Dan Pihak Manajemen PT Prima Makmur Rotokomindo Gelar Acara Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim 12:54 wib: Wakil Bupat Lebak H.Ade Sumardi Sampaikan Pendapat Akhir Raperda RPJMD 12:40 wib: Jawara Banten Sepakat Tunggu Hasil Resmi KPU 15:49 wib: Kasepuhan Guradog Menggelar Ritual Ngarengkong 11:13 wib: Diduga Pemda Lebak Tolak Serah Terima Aset Pembangunan Ruang Terbuka Publik Taman Salahaur Rangkasbitung Dari Provinsi Banten 10:05 wib: Bendera APDESI Tak Jadi Berkibar Di Aksi Damai 19:19 wib: Tuntutan Dipenuhi APDESI Batalkan Rencana Aksi Damai Di Gedung DPMD Dan Gedunģ Kantor Bupati 20:20 wib: Bawaslu Lebak Akan Proses Secepatnya Oknum Panwas Kecamatan Cikulur Yang Dilaporkan Oleh Ketua DPD Badak Banten Ely Sahroni 20:32 wib: APDESI Lebak Akan Gelar Aksi Damai Di DPMD Dan Di Kantor Bupati Lebak 08:15 wib: BADAK BANTEN Lebak Akan Adukan Panitia Pengawas Kecamatan Cikulur Ke Bawaslu

Negosiasi Freeport dan Pemerintah Diputus Desember

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 399 Pengunjung

Bantenku-Kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia akan diputuskan akhir tahun ini alias Desember 2017. Sedikitnya ada empat kesepakatan yang akan diputuskan bulan depan, antara lain divestasi saham hingga 51%, pembangunan smelter, perpanjangan kontrak 2 x 10 tahun, dan stabilitas hukum dan fiskal.

Siang ini, pukul 14.22 WIB pemerintah yang diwakili Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, PT Freeport Indonesia, dan DPR menggelar rapat.

Rapat tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan Freeport menyampaikan komitmennya dalam keputusan negosiasi akhir tahun ini.

"Kemajuannya nanti kita sampaikan, kalau sekarang disampaikan ya enggak bagus. Memang harus selesai Desember ini," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Executive Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas juga menyampaikan negosiasi dengan pemerintah bisa berakhir di ujung tahun ini. Ia mengatakan terjadi kemajuan pembicaraan dengan pemerintah terkait empat poin yang meliputi divestasi hingga stabilitas hukum dan fiskal.

"Kemajuannya cukup cepat dalam banyak hal. Kita pembicaraannya lebih intens dan terstruktur," kata Tony ditemui di tempat yang sama.

Mengenai rencana pembangunan smelter, Tony mengungkapkan, sudah dilakukan berbagai persiapan. Pihaknya juga sudah memulai studi untuk pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Persiapan-persiapan sudah dimulai studi-studi, engineeringnya sudah," kata Tony.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menambahkan, Freeport menyampaikan rencana pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Nilai investasi pembangunan smelter diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar.

"Baru studi-studi dan komitmen dengan mitranya untuk membangun itu. Nilai komitmen bisa US$ 200 juta sampai US$ 2,2 miliar," kata Gus.

Adapun realisasi biaya smelter sampai September 2017 dengan biaya total yang US$ 1,34 miliar. Persentase progres biaya total sampai September 2017 terhadap biaya project 62%.

Proses persiapan pembangunan meliputi kegiatan perizinan lingkungan, konstruksi, penyiapan lahan, dan rekayasa. Freeport Indonesia juga telah menunjuk Sucofindo sebagai verifikator independen untuk mengawasi rencana dan kemajuan pembangunan smelter yang sementara mencapai 15%.(detik/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top