Minggu, 21 Juli 2019 |
08:23 wib: Proyek Betonisasi Jalan DPUTR Cilegon Diduga Dikorupsi? 08:09 wib: Bacok dan Aniaya Centeng Pasar Ciruas, Pria Ini Dibekuk Polisi 20:17 wib: Jamin Tak Ada Perploncoan, Walikota Serang Datangi Sekolah 20:01 wib: Walikota Serang Minta Kader Posyandu Proaktif Sampaikan Informasi Imunisasi 12:58 wib: Walikota Serang Dorong Peran Jurnalis Dalam Pembangunan Daerah 15:04 wib: Wujud Pelayanan Masyarakat, Walikota Serang Sidak ke Disdukcapil dan Disnakertrans 14:47 wib: Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Desa, PID Gelar Rakor 18:56 wib: KLHK Bersama Pemkab Lebak Tutup KegiatanPETI Dikawasan TNGHS 13:07 wib: Polda Banten Bentuk Satgas Antimafia Tanah 19:33 wib: Pesona Negri Atas Awan Gunung Luhur Citorek Sedot Perhatian Bupati Lebak

Negosiasi Freeport dan Pemerintah Diputus Desember

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 448 Pengunjung

Bantenku-Kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia akan diputuskan akhir tahun ini alias Desember 2017. Sedikitnya ada empat kesepakatan yang akan diputuskan bulan depan, antara lain divestasi saham hingga 51%, pembangunan smelter, perpanjangan kontrak 2 x 10 tahun, dan stabilitas hukum dan fiskal.

Siang ini, pukul 14.22 WIB pemerintah yang diwakili Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, PT Freeport Indonesia, dan DPR menggelar rapat.

Rapat tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan Freeport menyampaikan komitmennya dalam keputusan negosiasi akhir tahun ini.

"Kemajuannya nanti kita sampaikan, kalau sekarang disampaikan ya enggak bagus. Memang harus selesai Desember ini," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Executive Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas juga menyampaikan negosiasi dengan pemerintah bisa berakhir di ujung tahun ini. Ia mengatakan terjadi kemajuan pembicaraan dengan pemerintah terkait empat poin yang meliputi divestasi hingga stabilitas hukum dan fiskal.

"Kemajuannya cukup cepat dalam banyak hal. Kita pembicaraannya lebih intens dan terstruktur," kata Tony ditemui di tempat yang sama.

Mengenai rencana pembangunan smelter, Tony mengungkapkan, sudah dilakukan berbagai persiapan. Pihaknya juga sudah memulai studi untuk pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Persiapan-persiapan sudah dimulai studi-studi, engineeringnya sudah," kata Tony.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menambahkan, Freeport menyampaikan rencana pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Nilai investasi pembangunan smelter diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar.

"Baru studi-studi dan komitmen dengan mitranya untuk membangun itu. Nilai komitmen bisa US$ 200 juta sampai US$ 2,2 miliar," kata Gus.

Adapun realisasi biaya smelter sampai September 2017 dengan biaya total yang US$ 1,34 miliar. Persentase progres biaya total sampai September 2017 terhadap biaya project 62%.

Proses persiapan pembangunan meliputi kegiatan perizinan lingkungan, konstruksi, penyiapan lahan, dan rekayasa. Freeport Indonesia juga telah menunjuk Sucofindo sebagai verifikator independen untuk mengawasi rencana dan kemajuan pembangunan smelter yang sementara mencapai 15%.(detik/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top