Jumat, 22 November 2019 |
21:51 wib: Bakamla RI Amankan Kapal Pengangkut BBM Ilegal di Laut Bojonegara 16:47 wib: Ormas Brantas DPC Bojonegara Pertanyakan CSR PT Artawa 12:53 wib: Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Polsek Bojonegara Sebrangkan Anak Sekolah 11:29 wib: Program Pamsismas Diduga Bermasalah 13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda

Negosiasi Freeport dan Pemerintah Diputus Desember

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 616 Pengunjung

Bantenku-Kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia akan diputuskan akhir tahun ini alias Desember 2017. Sedikitnya ada empat kesepakatan yang akan diputuskan bulan depan, antara lain divestasi saham hingga 51%, pembangunan smelter, perpanjangan kontrak 2 x 10 tahun, dan stabilitas hukum dan fiskal.

Siang ini, pukul 14.22 WIB pemerintah yang diwakili Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, PT Freeport Indonesia, dan DPR menggelar rapat.

Rapat tersebut berlangsung sekitar dua jam, dan Freeport menyampaikan komitmennya dalam keputusan negosiasi akhir tahun ini.

"Kemajuannya nanti kita sampaikan, kalau sekarang disampaikan ya enggak bagus. Memang harus selesai Desember ini," kata Bambang di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Executive Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas juga menyampaikan negosiasi dengan pemerintah bisa berakhir di ujung tahun ini. Ia mengatakan terjadi kemajuan pembicaraan dengan pemerintah terkait empat poin yang meliputi divestasi hingga stabilitas hukum dan fiskal.

"Kemajuannya cukup cepat dalam banyak hal. Kita pembicaraannya lebih intens dan terstruktur," kata Tony ditemui di tempat yang sama.

Mengenai rencana pembangunan smelter, Tony mengungkapkan, sudah dilakukan berbagai persiapan. Pihaknya juga sudah memulai studi untuk pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Persiapan-persiapan sudah dimulai studi-studi, engineeringnya sudah," kata Tony.

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menambahkan, Freeport menyampaikan rencana pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Nilai investasi pembangunan smelter diperkirakan mencapai US$ 2,2 miliar.

"Baru studi-studi dan komitmen dengan mitranya untuk membangun itu. Nilai komitmen bisa US$ 200 juta sampai US$ 2,2 miliar," kata Gus.

Adapun realisasi biaya smelter sampai September 2017 dengan biaya total yang US$ 1,34 miliar. Persentase progres biaya total sampai September 2017 terhadap biaya project 62%.

Proses persiapan pembangunan meliputi kegiatan perizinan lingkungan, konstruksi, penyiapan lahan, dan rekayasa. Freeport Indonesia juga telah menunjuk Sucofindo sebagai verifikator independen untuk mengawasi rencana dan kemajuan pembangunan smelter yang sementara mencapai 15%.(detik/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top