Selasa, 04 Agustus 2020 |
11:54 wib: Personel Ditpolairud Polda Banten Lakukan Kegiatan Pengamanan Di Sepanjang Pantai Anyer 07:42 wib: Covid-19, Kereta Api Lokal Merak Rangkasbitung Belum Bisa Beroperasi Hingga Agustus 17:41 wib: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Lebaran Idul Adha Bagian Menguji Ketaqwaan 21:32 wib: Polda Banten Tangkap 9 Penyelundup 159 Kg Ganja Antar Provinsi 12:44 wib: Dirlantas Polda Banten Paparkan Kesiapan Libur Idul Adha kepada Kakorlantas Polr 12:11 wib: 17 Produk UMKM di Kabupaten Serang Masuk Minimarket 18:41 wib: Wabup Dukung, Perank Gagas Gerakan Desa Bersih dari Narkoba 17:25 wib: Kapolda Banten Ajak Stakeholder Ciptakan Pilkada Serentak yang aman damai dan sejuk 09:43 wib: Satgas PEN Daerah Terbentuk, Polri Siap Dukung Program Pemerintah Guna Pulihkan Ekonomi Nasional 18:20 wib: 4 Santriwati Korban Asusila Guru Ngaji Keluarga Melapor Ke Polisi

Nasdem Pecat Jayeng Rana

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 4837 Pengunjung

Bantenku.com, SERANG – Partai Nasional Demokrasi (NasDem) telah melakukan pemecatan terhadap Jayeng Rana, yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkotika.Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Nasdem Banten Wawan Iriawan mengaku, DPW telah mengajukan surat rekomendasi pemecatan Jayeng kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP), Kamis (30/4) lalu. “Kami secara resmi telah mencabut atau memecat kartu anggota Jayeng di Partai Nasdem. Keputusan tersebut kami ambil, setelahnya melakukan pertemuan kemarin," ujar Wawan, Minggu (3/5).

Dia menegaskan, tindakan tegas ini tidak hanya berlaku untuk Jayeng. Artinya, siapapun kader partai yang tertangkap atau terbukti mengkonsumsi narkoba, maka akan mendapatkan perlakuan yang sama. “Siapapun itu, mau anggota, anggota kehormatan, yang terbukti melakukan tindak pidana akan dipecat dari Nasdem," tegasnya.

Sementara itu, pascapenangkapan dan ditahan dua hari, mantan Wakil Ketua DPRD Banten Jayeng Rana mengeluh sakit. Penahanan anggota Partai Nasdem Banten yang tersangkut kasus penyalahgunaan sabu-sabu ini pun akhirnya dibantarkan oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten pada Jumat (1/5) malam.

Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Banten Kombes Pol Miyanto, Minggu (3/5), mengungkapkan bahwa tersangka mengaku menderita sakit pada tulang sebelah kanan.Karena sakit, lanjutnya, pihaknya mendatangkan seorang dokter untuk memeriksa tersangka Jayeng Rana. "Hasil pemeriksaanya, tersangka direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan medis, sehingga kita acc dibantarkan,” kata Miyanto.

Miyanto juga menjelaskan bahwa tersangka saat ini dirawat di RS Sari Asih, Kota Serang. Setelah kondisinya membaik, lanjutnya, tersangka akan ditahan kembali. “Ya, kalau kondisinya sudah membaik kita akan bawa lagi," jelasnya.

Menurut Miyanto, pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan menahan tersangka dalam kondisi sakit. Oleh karena itu, katanya, harus ada keterangan dokter."Kalau dari aturan harus dibantarkan, kita juga tidak mau mengambil risiko. Yang jelas, bukan saya yang menyatakan tersangka untuk dirawat, tapi dari dokter," tegasnya.

Dalam pemeriksaan oleh penyidik, tersangka Jayeng Rana meminta agar dirinya direhabilitasi. Terkait permintaan tersangka itu, Miyanto menyatakan akan membantu membuat surat permohonan rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten.

Apakah dikabulkan atau tidak, hal itu bukan menjadi kewenangan dirinya. "Jayeng meminta direhabilitasi, itu kita akomodir. Saya akan buat surat ke BNNP Banten, karena disana ada tim asesmen dari Kejaksaan, BNP, Polda dan dokter. Apakah harus direhabilitasi atau tidak, itu mereka yang menilai," tegasnya seraya mengaku penyidik masih melengkapi berkas perkara tersangka.

Jayeng Rana ditangkap Ditresnarkoba Polda Banten pada Rabu (29/4) pagi. Jayeng ditangkap di rumahnya di Gang Perintis I, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Serang, Kota Serang. Dari rumahnya, petugas menyita sebuah alat hisap sabu sebagai barang bukti.

Selain itu, petugas juga mengamankan rekan Jayeng Rana bernama Mul di rumah kontrakannya di kawasan Pasar Rau.Dalam pemeriksaannya, Jayeng mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Bripka E, oknum anggota Polda Banten yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten. Mantan anggota Ditresnarkoba Polda Banten ini kemudian ditangkap petugas (down)

KOMENTAR DISQUS :

Top