Senin, 18 November 2019 |
13:17 wib: Walikota Serang Janji Perbaiki SDN 1 Banjar Sari Yang Rusak Terkena Punting Beliung 18:28 wib: Ormas dan LSM Demo Gubernur Banten, Tuding Proyek Sport Center Rp980 M Dikondisikan 14:10 wib: Gubernur: Orang Datang Ke Negeri Di Atas Awan Untuk Agungkan Ciptaan-Nya 18:31 wib: Tingkatkan Profesionalitas dan Integritas, DPRD Banten Ikuti Masa Orientasi 16:26 wib: Baru Menjabat Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam, Silaturahmi ke Tokoh Agama 20:23 wib: Penemuan Proyektil Aktif Gegerkan Warga Merak, Diduga Sisa Perang Masa Penjajahan Belanda 09:57 wib: Pilkades Serentak di kabupaten Serang, H Sanudin Menangkan Pilkades Salira 13:46 wib: Pemprov Banten Terima Apresiasi Dan Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri 13:25 wib: Gubernur Wahidin Halim: Ini Yang Sedang Diselesaikan Pemprov Banten 23:35 wib: Diduga Ilegal, Aktifis Lingkungan Bojonegara Desak Aktifitas Pemotongan Kapal Dihentikan

Muda-mudi Jadi Korban Perkusi Kawanan Preman Modern Cikande

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 1309 Pengunjung
Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP Maryadi Saat Memberikan Keterangan

Bantenku, SERANG- Sepasang kekasih atau muda-mudi yang sedang nongkrong di Kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang menjadi korban persekusi kawanan preman. Dalam kejadian itu, korban dipaksa melepas pakaian dan dalam kondisi tak berbusana, kedua korban ini di foto dan gambarnya disebar melalui facebook.

Kejadian yang memilukan ini dialami Wahyu (22 tahun), dan Putri (21 tahun), (keduanya nama samaran) warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Akibat perbuatan para preman ini, kedua korban mengalami depresi karena foto bugilnya tersebar di media sosial. Kasus persekusi saat ini telah dilaporkan dan sudah ditangani Satuan Reskrim Polres Serang.

Diperoleh keterangan, peristiwa persekusi ini terjadi Kamis, 22 Agustus 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. Malam kejadian itu, korban sedang berduaan duduk diatas sepeda motor di pinggir jalan Kawasan Industri Modern Cikande. Pada saat itu, korban didatangi 4 pelaku dan merampas handphone yang dimiliki korban.

Setelah itu, para pelaku membawa paksa korban ke tempat sepi dan diminta untuk melepas seluruh pakaiannya. Dibawah ancaman, korban dengan terpaksa melepas pakaiannya hingga bugil. Tak puas sampai disitu, kedua korban dipaksa untuk melakukan hubungan badan namun ditolak. Begitupun saat dipaksa untuk melalukan oral, kedua korban tetap menolak. Karena terus menolak, salah seorang pelaku sempat menampar korban.

Tanpa ada belas kasihan, para pelaku kemudian mengambil gambar kedua korban yang tanpa busana dengan menggunakan handphone milik korban. Dengan foto bugil itulah, para pelaku kembali mengancam akan menshare ke media sosial jika tidak memberikan uang sebesar Rp 5 juta.

Karena tak memiliki uang, korban kembali menolak dan akhirnya pelaku melaksanakan ancamanannya dengan menyebar foto bugil korban melalui akun facebook milik korban. Usai melakukan aksinya ini, pelaku lalu pergi dengan membawa handphone korban. Sementara korban yang stres karena fotonya banyak diketahui teman facebook akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolres Serang.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang AKP Maryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan atas kasus persekusi tersebut. Menurutnya, kasus persekusi ini menjadi atensi pimpinan untuk segera diungkap. Oleh karenanya, pihaknya telah membentuk tim khusus yang dipimpinnya sendiri untuk memburu para pelaku dan berharap kasus ini bisa segera diungkap.

"Kasus ini menjadi atensi pimpinan untuk menangkap para pelaku. Kami juga mengingatkan kepada teman-teman facebook korban, tidak ikut menyebarkan foto-foto tanpa busana korban dan saya minta untuk membantu menghapus," tegas AKP Maryadi ditemui di kantornya pada Senin, 2 September 2019.(Mahesa/Red)

KOMENTAR DISQUS :

Top