Selasa, 19 Oktober 2021 |
18:03 wib: Utamakan Pelayanan, Jasa Raharja Banten Data Korban Laka Bus di Tol Tangerang Merak 22:43 wib: RSUD Banten Luncurkan KateterisasiJantung 22:06 wib: Jasa Raharja Cabang Banten Gandeng Kampus Untirta, Gagas Kegiatan Kampus Pelopor Keselamatan 18:03 wib: Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021 07:49 wib: Dibuka Wagub Andika, Banten Golf Open Tournament 2021 Diikuti Peserta Pro & Amatir 10:34 wib: Bupati Serang Beri Penghargaan untuk Atlet PON Berprestasi 17:29 wib: Tantangan Semakin Kuat, Kemajuan Kabupaten Serang Diapresiasi 07:57 wib: Gebyar HUT Kabupaten Serang Banjir Bantuan 22:02 wib: Lakukan Pembinaan, Kini Tingkat Kehadiran Pegawai Non-ASN di Setwan Banten Naik Signifikan 21:33 wib: Sekretariat DPRD Banten Klaim Sukses Adakan Vaksinasi Setelah Sasar 2.230 Orang

Meresahkan Warga Petir Pasang Spanduk Tolak Truk Proyek Galian

Publisher: Redaksi Bantenku Dibaca: 966 Pengunjung

BantenKu, SERANG - Proyek galian di Desa Cimaung Kecamatan Cikeusal yang dibawa oleh kendaraan truk besar muatan tanah galian dihadang dengan membentang spanduk oleh warga Desa Mekar baru Kecamatan Petir, hal itu terjadi karena keberadaan galian tersebut meresahkan masyarakat sekitar, Selasa (20/4/2021).

Koordinator Aksi Elva Farid mengatakan aksi yang dilakukan hari ini pertama menyikapi banyaknya tanah yang berserakan di jalanan. Sehingga saat panas jalanan jadi berdebu dan saat hujan menjadi licin. "Banyak pengendara yang jatuh karena licin," ujarnya.

Kedua kata dia, sopir pengangkut tanah tersebut pun kerap ugal ugalan. Padahal kendaraan yang digunakan berukuran besar sehingga mengganggu pengguna jalan dan warga yang melintas.  "Intinya masyarakat terganggu dengan polusi debu dan jalan kotor ke kendaraan setempat serta licin, tadi pagi juga ada yang jatuh. Sopir ngebut mulu di tambah melintasi jalur yg bukan untuk truk indek 24," katanya.

Ia mengatakan galian tersebut sudah beroperasi sekitar satu bulan. Saat aksi tadi warga memberhentikan sejumlah kendaraan truk  sebelum bisa bertemu dengan pihak perusahaan. Namun perusahaan meminta diadakan pertemuan dengan masyarakat. "Silakan pertemuan asal tidak beroperasi lagi. Karena malam juga dia operasi dan sangat mengganggu karena bising apalagi mobil besar," tuturnya.

Elva mengatakan lokasi proyek galian tersebut ada di Desa Cimaung Kecamatan Cikeusal, sedangkan masyarakat yang aksi berasal dari Desa Mekarsari sebagai daerah yang dilintasi proyek tersebut. "Kalau kita jauh cuma posisinya warga yang dilintasi sangat terganggu," tuturnya.

Ia berharap pemerintah terkait bisa menutup proyek galian yang meresahkan tersebut. Sebab jalan yang kerap dilintasi adalah jalan utama. "Jalan utama apalagi jalur dari Petir ke Cikeusal jalan kecil sebetulnya gak boleh untuk armada indek 24 paling indek 7 ini yang operasi mobil besar sementara kapasitas jalan tidak memungkinkan untuk mobil besar," ucapnya.


[Herdi/Red]

KOMENTAR DISQUS :

Top